Menu Nusantara akan Dirasakan Jemaah Haji Indonesia

Boyolali (PHU) – Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Sri Ilham Lubis dalam kegiatan Pelatihan Terintegrasi Petugas Yang Mendampingi Jemaah Haji (TPHI, TPIHI dan TKHI) Embarkasi Solo Tahun 1439 H/2018 M menyampaikan materi tentang kebijakan layanan haji di Arab Saudi, dijelaskan bahwa untuk standar penyediaan akomodasi di Arab Saudi mempertimbangkan beberapa kriteria yang diantaranya menyangkut administrasi, wilayah, jarak, kualitas dan harga. Dalam hal mengenai kriteria standar wilayah seperti mudah dikenali oleh jemaah haji, akses transportasi ke Masjidil Haram mudah, memiliki rumpun akomodasi, kemudahan distribusi catering, lingkungan yang tidak kumuh dan jalan yang tidak sempit serta lokasi mudah dilakukan pengawasan dan pelayanan kepada jemaah.

Akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah mengacu pada standar kualitas, wilayah, jarak, administrasi dan harga serta memiliki kemudahan akses transportasi shalawat dan distribusi katering. Untuk akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah seluruhnya berada di wilayah Markaziah,” kata Sri Ilham saat memberikan materi di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Selasa (01/04).

Berdasarkan Standar Pelayanan Akomodasi tahun 2018, dijelaskan secara detail tentang persyaratan, prosedur, waktu layanan, biaya pelayanan, produk pelayanan dan informasi pengaduan. Untuk rencana kebijakan pelayanan konsumsi tahun ini, antara lain adanya penambahan makan di Makkah dari 25 kali menjadi 40 kali, penyempurnaan menu konsumsi bercita rasa Nusantara, dan mengupayakan penggunaan bumbu-bumbu dan kelengkapan coffe kit baik teh, kopi, dari Indonesia.

Kami akan menyiapkan dan menambah jumlah tenaga pengawas yang memiliki kompetensi dibidang catering,’’ tambah Direktur.

Dijelaskan terkait dengan pelayanan konsumsi di Madinah paling banyak 18 kali, ditambah snack sarapan disertai dengan paket kelengkapan konsumsi dan minuman selamat datang (welcome drink).

Untuk peningkatan fasilitas nantinya di Armina,diantaranya pada tenda maktab disediakan karpet dan dilengkapi dengan penerangan LED, AC dan mistfan. Pada tiap dua maktab disediakan genset, ada juga peningkatan layanan di Muzdalifah dalam bentuk penyediaan karpet sebanyak 70% luas per maktab dan disediakan tenda permanen di Mina.

’’Kalau ada layanan yang tidak sesuai tolong untuk dapat dilaporkan, karena ini manyangkut kontrak. Bapak dan Ibu sebagai petugas haji harus tahu kalau itu hak bagi seluruh jemaah haji. Kita tidak akan tahu kalau tidak ada laporan dari para petugas, pastikan semuanya sesuai dengan layanannya,’’ pesannya. (djs/gt).