Menuju KSM Nasional: Kontingen Jateng Jalani Pemusatan Latihan

Semarang, (Penmad) – Selesai melakukan seleksi siswa-siswi berprestasi di ajang KSM tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, melalui Bidang Pendidikan Madrasah mulai mempersiapkan para juara KSM Provinsi untuk menjadi wakil terbaik di ajang kompetisi yang sama di tingkat  nasional 24 – 29 September 2018 di Bengkulu.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Saifulloh menuturkan, sejumlah 42 siswa menjadi delegasi kontingen Jawa Tengah di ajang KSM Nasional, yaitu 11 siswa yang menjadi juara pertama KSM Provinsi dan 31 siswa yang masuk ke dalam peringkat 26 besar nasional pada sebelas cabang/bidang lomba.

”Empat puluh dua siswa terbaik Jawa Tengah akan ikut berkompetisi di 11 cabang/bidang lomba, bersama 33 kontingen provinsi lainnya se-Indonesia, di ajang KSM Nasional,” tutur Saifulloh.

Sementara itu, Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah, Taufana Anggraini mengatakan, siswa-siswi yang dikirim ke Bengkulu kita bekali dengan pelatihan-pelatihan materi, soal-soal, dan eksplorasi.

”Siswa-siswa tersebut dikarantina selama tiga hari untuk menjalani pemusatan pelatihan, mereka kita bekali dengan materi-materi sesuai dengan bidang lombanya,” kata Taufana.

Selanjutnya, Taufana menjelaskan, kegiatan pemusatan pelatihan kontingen yang dimulai pada 7-9 September lalu dilaksanakan di dua tempat. “Untuk acara pembukaan, penyampaian materi secara teori, dan penginapan peserta dilaksanakan di Hotel Candi Indah Semarang. Sedangkan materi eksplorasi, praktikum dipusatkan di Laboratorium MAN 1 Kota Semarang,” ujarnya.

Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah mengatakan, target Jawa Tengah untuk KSM tahun ini adalah menjadi juara ke-dua. Kontingen Jawa Tengah, lanjut Taufana, merupakan provinsi dengan jumlah peserta KSM terbanyak ke-dua setelah Jawa Timur, yang jumlah pesertanya mencapai 78 siswa.

”Kita akan berupaya sungguh-sungguh dan berdo’a agar kontingen Jawa Tengah dapat memenuhi target meraih juara ke-dua,” tandas Taufana.

Selama 3 hari itu peserta mendapatkan bimbingan, pengarahan, dan pelatihan dari dosen/pengajar yang profesional di bidangnya, yakni dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).[asym/sua]