Menulis Itu Mudah

Mohon sedikit dilengkapi, Bapak Nur Makhsun ini siapa, dan menjabat sebagai apa juga bagaimana perannya di luar.

Temanggung – Kebiasaan menulis bagi sebagian Guru madrasah, terutama guru Matematika Madrasah Aliyah masih belum membudaya. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya masih adanya kesan bahwa menulis itu sulit, kurang ide dan alasan lainnya. Disamping itu faktor masih sedikitnya jurnal dan media yang menampung karya para guru juga dianggap menjadi penyebab kurangnya minat guru untuk menulis. Menyadari hal itu MGMP Matematika Madrrasah Aliyah Kabupaten Temanggung mengadakan diklat Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan, mulai 7 – 15 November 2018 di Aula Kementerian Agama Kabupaten Temanggung.

Ahmad Sultony selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa kegiatan diklat PPKB ini bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan menulis karya ilmiah dan mempublikasikannya. Menurutnya kegiatan yang dibiayai dari bantuan Kementerian Agama ini juga menjadi media untuk meningkatan kualitas guru dalam memberikan materi soal Olimpiade kepada anak didik.

Sementara itu Nur Makhsun salah satu nara sumber dalam paparannya menjelaskan, bahwa banyak orang merasa kesulitan dalam menulis. Ada yang tidak punya waktu, ada pula yang tidak punya ide. Bahkan yang lebih menarik banyak orang pintar dan memiliki keahlian di beberapa bidang, tapi kesulitan menuliskan bidang keahliannya.

“Termasuk ada juga orang yang hebat ketika berbicara, tapi terseok-seok kalau harus menulis. Menurut saya ada beberapa hambatan utama yang menghalangi seseorang dalam menulis. Merasa tulisannya jelek dan tidak menarik, merasa malu kalau tulisan dibaca orang lain. Merasa tidak memiliki bakat dalam menulis, kesulitan membuat alur atau struktur tulisan. Tidak memiliki gaya penulisan yang khas, tidak memiliki ide atau sesuatu yang bisa dituliskan,” urai Nur Makhsun.

Memulai menjadi seorang penulis tidak harus menunggu datangnya inspirasi. Ide atau gagasan ada di sekitar kita. Sesuatu yang unik dan menarik bisa menjadi bahan tulisan. “Sebagai pemula, memulai menulis sebagai kesulitan tersendiri. Keterbatasan waktu, kurang ide, malas, dan takut salah bahkan banyaknya ide sering menjadi penghambat untuk menulis,” katanya.

Dibutuhkan keberanian untuk memulai, dari menulis kejadian sehari-hari yang dituangkan dalam diary, menulis masalah yang dihadapi dalam lingkungan kerja sampai membuat opini dan tanggapan terhadap suatu persoalan yang ditulis dalam beragam media. Seorang pemula jangan takut salah, karena hal itu merupakan hambatan besar untuk memulai menulis.(sr-nm/sua)