Menyambut Word Enviromend Day, MTs N 1 Banjarnegara Restorisasi Ekosistem Kolam

Banjarnegara – Pada dasarnya bumi sebagian besar terdiri atas lingkungan akuatik. Di mana, lingkungan akuatik sangat besar pengaruhnya terhadap lingkungan daratan. Hal itu memegang peranan penting dalam siklus materi kimia.

Tepat pada tanggal 5 Juni 2021, dalam menyambut Word Enviromend Day, MTs N 1 Banjarnegara Restorisasi Ekosistem Kolam. Dengan memanfaatkan lahan yang tidak terpakai yang berada di depan ruang Laboratorium Komputer, pembuatan kolam menjadi salah satu bentuk untuk menjaga leingkungan hidup.

Seno selaku Ketua Tim Adiwiyata MTs N 1 Banjarnegara juga mendukung bahwa dengan adanya keberadaan kolam adalah sebuah inovasi untuk kelangsungan ekosistem yang mampu melestarikan lingkungan hidup ke masa yang akan datang.

Novi selaku guru IPA MTs N 1 Banjarenagara menjelaskan bahwa ekosistem akuatik dibagi menjadi dua kategori yaitu lautan dan perairan darat.   

“Karena di MTs N 1 Banjarnegara memiliki kolam yang hanya dibiarkan menggenang seperti kenangan mantan yang tak juga hilang, maka dengan restorisasi ekosistem kolam adalah jalan utama untuk memanfaatkan lahan yang dibiarkan terbengkalai,” terangnya.

Guru jenaka ini menjelaskan bahwa perairan dibagi menjadi kedua kelompok yaitu peraiaran menggenang dan perairan mengalir. Perairan darat menggenang berbeda-beda dalam ukuran, umur, serta tanda-tanda lingkungan abiotiknya.

“Kolam adalah contoh ekosistem perairan darat tergenang (Lentik). Organisme yang hidup melayang-layang dalam air disebut plankton, sedangkan plankton yang tergolong dalam dunia tumbuh-tumbuhan disebut fitroplankton dan yang masuk dinia hewan adalah zooplankton. Dengan keberadaan kolma mini ini nantinya terdapat plankton, nekton, dan neuston. Produktifitas fitoplankton ini nantinya dapat melebihi produktifitas tanaman berakar yang dapat dikonsimsi oleh ikan ikan yang ada di kolam tersebut,” terangnya.

Kolam mini di MTs N 1 Banjarnegara mempunyai peran yang sangat penting dalam suplai energy baik lingkungan kolam itu sendiri maupun bagi botani di lingkungan sekolah madrasah. Jika dilihat, kolom mini di MTs N 1 Banjarnegara masih cukup bersih dari polutan ditandai dengan pegurasan air secara bersekala, dan juga pembersihan.

“Ketersediaan oksigern terlarut dalam air kolam masih tinggi antara 4,33-5,94 mg/l air. Di mana, ikan-ikan yang ada dikolam mampu bertahan hidup. Oksigen terlarut dalam air sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup di dalamnya,” pungkas Novi. (risky/ak/rf)