Menyatukan Keberagaman Dalam Satu Tenda

Karanganyar – Upaya Pemerintah untuk mewujudkan Kerukunan Antar Umat Beragama terus dilakukan, hal ini mengingat banyaknya keberagaman yang terdapat di masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Karanganyar. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar yang bekerjasama dengan Gerakan Pramuka Kwartir memprakarsai sebuah kegiatan dengan tema Kemah Kebangsaan Antar Umat Beragama.

Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan desa Segorogunung, Ngargoyoso, Karanganyar ini berlangsung mulai hari Kamis hingga Sabtu, 4-6/12/2014. Ada 17 regu dengan total 153 orang tokoh agama dari seluruh kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang mengikuti kemah kebangsaan antar umat beragama ini. Masing-masing regu yang terdiri dari 9 orang menempati satu tenda dengan 5 unsur agama berbeda, dimana komposisinya adalah satu orang pramuka, empat orang tokoh agama islam dari empat organisasi berbeda, NU, Muhammadiyah, LDII, dan MTA. Kemudian empat orang lagi dari 4 tokoh agama berbeda, yang terdiri dari satu orang beragama Katholik, Protestan, Hindu dan Budha.

Pada saat upacara pembukaan, Bupati Karanganyar Juliyatmono yang menjadi inspektur upacara mengatakan bahwa kemah kebangsaan diadakan sebagai wujud dari visi dan misi Kabupaten Karanganyar yakni Peningkatan Kualitas Keagamaan, Sosial dan Budaya.

Lebih lanjut dikatakannya, interaksi komunikasi antar pemeluk agama dalam satu tenda dapat menghasilkan output saling tolerasi, menghargai dan meningkatkan kualitas pemeluk agama. “Pembangunan tidak boleh terhambat karena konflik agama. Kita ingin menjadi teladan yang baik bagi kabupaten dan masyarakat luas, sebab bersatu untuk menyongsong masa depan yang lebih baik melalui spirit agama tanpa gangguan,” ujar Bupati Juliyatmono.

Dia juga manjelaskan, semua agama tidak mengajarkan pertikaian, permusuhan dan konflik. Sebab agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan di tempat yang terhormat, maka mari kita hayati kemah kebangsaan ini.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memberikan ceramah umum di depan 153 peserta kemah kebangsaan memuji kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sungguh luar biasa, karena bisa menjadi pemersatu masyarakat Indonesia,” ujar Gubernur Ganjar Pranowo, Kamis (04/12) malam, di Balai Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso.

Gubernur menambahkan bahwa kebhinekaan bangsa Indonesia bisa diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan bergotong royong bersama dengan berbagai umat beragama. Lebih lanjut beliau mengharap agar tahun depan kegiatan seperti ini diadakan lagi. (Hadi)