KKG PAI Kecamatan Kaliwungu, Rabu (25/8)

Menyoal Media Pembelajaran, Tentukan Arah dan Tujuan Dengan Tepat Sasaran

Ungaran- Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) harusnya tidak boleh kalah dengan guru mata pelajaran lain dalam memilih dan menentukan media pembelajaran, terutama dalam masa pembelajaran jarak jauh ini. Guru harus bisa membuka diri dan memperkuat diri dengan banyak menimba ilmu baik kepada pengawas, kepala sekolah, rekan guru atau secara online mengikuti bimbingan dan pelatihan yang digelar oleh organisasi profesi maupun dari perguruan tinggi dengan memanfaatkan waktu-waktu luang tentunya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ahmad Al Badawi, Pengawas PAI Tingkat Dasar pada pertemuan  KKG PAI SD Kecamatan Kaliwungu di Aula Korwil Kecamatan Kaliwungu, Rabu, (25/8).

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemi covid-19 yang sampai saat ini belum juga reda telah merubah sistem pembelajaran dari yang semula dilaksanakan konvensional secara tatap muka, kini harus dilaksanakan secara daring. Maka perlu kiranya, seluruh guru PAI memilih dan memilah sebelum akhirnya menentukan metode pembelajaran seperti apa yang akan ia gunakan untuk mengajar,” kata Ahmad Al Badawi.

Sejalan dengan arahan dari Dirjend Pendis bahwa pada masa pembelajaran jarak jauh pandemi covid-19, guru Pendidikan Agama Islam dapat melaksanakan pembelajaran yang mengarah pada kecakapan hidup atau life skill, sehingga guru mampu memanfaatkan media pembelajaran yang ada di sekitar tempat tinggal siswa dengan prinsip tidak memberatkan dan tidak menambah masalah baru bagi orang tua siswa. Guru agama bisa lebih luwes dalam memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran, tentunya sesuai dengan tingkatan kelas.

“Jangan lupa untuk selalu memberikan motivasi dan support kepada peserta didik agar bisa bangkit dan bertahan dalam kondisi pandemi seperti sekarang. Sebab bagi anak Sekolah Dasar, umumnya mereka belum bisa berfikir secara abstrak, sehingga harus ada visualisasi dalam bentuk kongkrit yang dicontohkan guru, agar mereka bisa menangkap dan punya perubahan tingkah laku yang nyata,” terangnya.  

Dalam proses belajar mengajar sendiri memang ada banyak faktor yang mempengaruhi ketercapaian tujuan pembelajaran mulai dari kondisi peserta didik, pendidik, lingkungan, materi, metode dan media pembelajaran. Khusus menyoal media pembelajaran inilah, ceramah yang panjang dan membosankan juga tulisan yang banyak dalam proses pembelajaran harus dirubah dan diperkaya dengan berbagai media pembelajaran lainnya yang lebih menarik dan menyenangkan.

“Semoga seluruh GPAI mampu berbenah diri dan bisa memanfaatkan platform berbasis digital dengan sebaik-baiknya untuk pembelajaran PAI yang lebih moderat,” pungkasnya.(ns-shl/Sua)