Merajut Jalinan Silaturahmi Di Masa Pandemi Tanamkan Mental Agama Pada Klub Sepaktakraw CAKRASMABA Kabupaten Batang

Batang – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keistimewaan, bulan ilmu, bulan amal, bulan rahmat, bulan ampunan dan keistimewaan yang lain termasuk bulan seribu bulan. Oleh karenanya bagi setiap muslim harus bersyukur manakala diijinkan berjumpa dengan bulan Ramadan yang di dalamnya ada kewajiban berpuasa dan mengisi siang dan malamnya dengan berbagai amal shalih seperti shalat tarawih, tadarus AlQuran, iktikaf, berinfaq dan lain-lain. Tidak dibenarkan bagi seorang muslim untuk bermalas-malasan, banyak tidur, nongkrong di pinggir jalan dan lain-lain. Di antara kegiatan positif yang bisa dikerjakan adalah olahraga dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh sehingga imun tetap terjaga.

Cakrasmaba salah satu klub sepaktakraw di Kabupaten Batang klub olahraga yang mengakomodasi kegiatan olahraga dan agama. Ada peraturan klub yang menyebutkan bahwa olahraga harus  bisa menjadi sarana mendekatkan diri kepada sang Khaliq. Di antara kegiatan yang dilakukan pada bulan Ramadan tahun 1442 H adalah NENDANG DAN BUKA BERSAMA. Kegiatan ini dilaksanakan Ahad 9  Mei 2021 bertempat di lapangan sepak takraw SMAN 1 Bawang. Kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari pengurus Pesatuan Sepak Takrau Indonesia (PSTI) Kab. Batang, Pembina, pelatih, atlit dan perwakilan orang tua atlit sepaktakraw  Kabupaten Batang, tak terkecuali kegiatan ini juga di hadiri pengawas PAI SMA / SMK dari Kementerian Agama Kab Batang.

Pengawas PAI Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Nasikhin dalam keterangannya mengatakan bahwa hidup di dunia ini sementara, kehidupan abadi kelak di hari akhir. Oleh karena itu sesibuk apapun kegiatan kita termasuk dalam berolahraga jangan sampai melupakan kewajiban kita untuk belajar dan beribadah.

“ Setinggi apapun prestasi kita di dunia jika tidak dilandasi keimanan  dan nilai-nilai agama akan menjadi sia-sia, ayo kita buktikan bahwa pandangan masyarakat yang selama ini menganggap olahraga dapat menjadi arena berkumpulnya anak-anak nakal dan kebiasaan menghalalkan segala cara untuk mencapai juara kita hilangkan,” jelas Nasikhin .

Dia menambahkan melalui event ini kita tingkatkan kualitas ibadah dan keiman kita semoga Allah akan memudahkan segala urusan kita menuju prestasi yang terbaik. Jika kita ingat kepada Allah pada saat longgar yakinlah Allah akan mengingat kita pada kondisi sulit dan susah.

“ Lanjutkan jalinan silaturahim yang sudah terbina sehingga janji Allah untuk memperpanjang usia kita dan melonggarkan rezeki  betul-betul kita rasakan dalam kehidupan yang nyata. Harapan selanjutnya semoga orang tua, bapak ibu guru terutama guru olahraga dan guru agama ikut serta dalam usaha membangun generasi muda yang berniat manjadi juara dengan landasan agama. Ayo nendang sak lempohe, seduluran saklawase,” tambahannya.

Pelatih Sepak Takraw Kab. Batang Tio Mulyadi mengatakan bahwa kegiatan olahraga sore ini diawali dengan shalat ashar berjamaah, sambutan ketua panitia, sambutan ketua PSTI, ceramah agama, doa, latihan dan buka bersama serta diakhiri dengan shalat magrib berjamaah di masjid SMA Bawang, Kombinasi kegiatan olahraga dan agama ini sangat mungkin untuk dilaksanakan karena lokasi lapangan yang berada tepat di depan masjid, sebagian atlit adalah pengurus rohis dan pembinanya yang bertugas sebagai GPAI serta didukung oleh pengurus PSTI yang berbasis pondok pesantren.

“ Kami menyampaikan terimakasih kepada Pengawas PAI SMA/SMK Kemenag Kab Batang, pengurus PSTI Kabupaten Batang yang selama ini menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam olahraga. Pendekatan yang menjadi kebijakan PSTI Kabupaten Batang yang terdiri dari penyuluh, Pengawas, Pengasuh Pondok Pesantren dan penggiat kegiatan keagamaan ini memang terasa nyaman, hubungan kami sudah seperti keluarga sendiri, apa yang kami butuhkan dicukupi dengan syarat kita mengikuti aturan yang ada seperti tidak lupa shalat dan mengaji, terus menebarkan kebaikan, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, birul walidain dan lain-lain,” kata Tio Mulyadi .

Lebih lanjut Coach TM menyampaikan terimakasih kepada para donator yang tidak mau disebutkan namanya sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik. Semoga semua yang sudah diberikan menjadi ladang amal dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Kegiatan ini dilaksanakan dengan senantiasa mengikuti protokol kesehatan seperti mengukur suhu badan, cuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak dan membatasi kerumunan yang semua fasilitas disediakan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Batang. Semoga prestasi olahraga yang baik diiringi dengan pemahaman dan pengamalan agama yang semakin baik.

 Sedangkan Ketua Persatuan Sepak Takrau Indonesi (PSTI) Kab. Batang Maskur yang juga sebagai sebagai Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk membina dan membimbing generasi muda khususnya dalam cabang olah raga sepak takraw.

“ Kami berharap olahraga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengenalkan ajaran agama Islam kepada generasi muda kita, minimal mereka berkumpul bersama orang-orang yang baik (wong kang sholeh kumpulana). Olahraga yang terkadang menerjang batas dan waktu hingga waktu magrib belum selesai  disepakati bersama bahwa sebelum magrib harus sudah selesai dan tidak ketinggalan shalat magrib. Ketika mengikuti event  ke luar kota dan sudah memenuhi batas minimal shalat jamak dan qashar anak-anak juga dibimbing untuk mengerjakannya secara berjamaah,” pungkas Maskur. ( Siswo/ Zy )