Meriahnya Peringatan Hari Santri di MTsN Pemalang

Pemalang – Hari santri diperingati karena pada tanggal 22 Oktober 1945 lahirnya Resolusi Jihad yang digemakan oleh Hadrotus Syaih Hasyim Asy’ari yang isinya kewajiban setiap muslim untuk melawan penjajah Belanda. Maka pada tanggal 10 Nopember 1945 para kyai dan santrinya bergerak melawan penjajah. Karenanya pada tanggal 10 Nopember diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Demikian amanat yang disampaikan oleh Faizin, guru selaku ketua pengelola boarding school MTs Negeri Pemalang saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman MTsN, Senin (23/10). Upacara dilaksanakan mulai jam 07.00 WIB dan diikuti oleh dewan guru, pegawai, dan seluruh peserta didik MTsN.

Selain upacara, MTsN juga mengadakan lomba percakapan tiga bahasa dan pembacaan sholawat nariyah sebagai rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2017.

Lomba percakapan tiga bahasa berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Kamis (19/10) yang dilombakan adalah lomba keterampilan percakapan bahasa Inggris. Hari berikutnya lomba keterampilan percakapan bahasa Arab. Dan pada hari Sabtu (21/10) diadakan lomba keterampilan bahasa Jawa. Lomba diikuti oleh kelompok siswa yang mewakili masing-masing kelas.

Menurut keterangan Kepala MTsN, Mimbar, lomba keterampilan percakapan tiga bahasa bertujuan agar para siswa mengembangkan kemampuan penguasaan ketiga bahasa yang biasa digunakan untuk keperluan hubungan dengan bangsa lain.

Adapun kegiatan lainnya berupa pembacaan sholawat nariyah yang dilaksanakan pada hari Sabtu (21/10) mulai jam 19.30 WIB di Masjid Al-Ikhlas MTsN. Sholawat dibaca oleh para santri Islamic Boarding School MTsN yang berjumlah 72 santri. Dengan dipimpin oleh Kyai Syamsul Arifin selaku pengajar di boarding school, sholawat dibaca 11 kali. (izin/fi/rf)