Meski Ada Kendala, UNBK 2018 SMTK se Kabupaten Karanganyar Berjalan Lancar

Karanganyar – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) se-Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2017/2018 dilaksanakan bergabung di SMTK Intheos Surakarta mulai tanggal 9 s.d 12 April 2018 dalam 2 sesi (pukul 7.30 – 09.30 dan 10.30 – 12.30 WIB). Masing-masing sesi diikuti 17 peserta terdiri dari siswa SMTK Berita Hidup Karanganyar, SMTK Siropuniki Karanganyar, SMTK Intheos Surakarta untuk sesi pertama, dan sesi kedua siswa dari SMTK Setia Karanganyar, SMTK Kadesi Purworejo dan SMTK Margosari Kendal.

SMTK merupakan salah satu sekolah binaan Kementerian Agama RI cq. Bimas Kristen dimana Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar memiliki 3 (tiga) SMTK, yaitu di Kecamatan Colomadu (SMTK Setia), kecamatan Gondangrejo (SMTK Berita Hidup), dan kecamatan Kebakramat (SMTK Siropuniki). Kebijakan pelaksanaan UNBK Tahun Pelajaran 2017/2018 khususnya tingkat SMA/MA sederajat sesuai POS UN yang dikeluarkan oleh BSNP mengharuskan SMTK yang belum terakreditasi BAN (Badan Akreditasi Nasional) dan tidak memiliki sarana prasarana (Komputer, Jaringan Internet, Server) yang memadai harus bergabung. Karena alasan tersebut maka untuk pelaksanaan UN tahun ini SMTK Intheos ditetapkan sebagai sekolah pelaksana UNBK bagi SMTK dan disepakati bagi SMTK-SMTK terdekat agar bergabung.

Kendala utama pelaksanan UNBK hari pertama (Senin, 9 April 2018) tidak stabilnya jaringan Internet. Hambatan tersebut sebenarnya sudah diantisipasi oleh Panitia Pelaksana dengan mengkomunikasikan kepada pihak PT.Telkom Surakarta. Langkah untuk mengatasi hambatan tersebut seperti dijelaskan Elisabet Widi, M.Pd.K (Ketua Panitia) dengan menerapkan system On – Off disamping panitia juga menyediakan 2 (dua) buah server lainnya sebagai cadangan.

“System On – Off dipilih untuk mengatasi jaringan internet yang tidak stabil karena system tersebut dibenarkan oleh regulasi yang ada. Systim “On” ketika siswa memulai kegiatan UNBK dengan Login kemudian memasukkan User Name sampai dengan mendapatkan Token dan diakhiri dengan KLIK untuk mulai mengerjakan soal. Kemudian jaringan internet di Off-kan oleh Proktor. Logikanya perserta UNBK meskipun internet tidak terhubung dengan Panitia Pusat namun masing-masing peserta sudah ­mendownload soal secara otomatis. Selesai mengerjakan soal sesuai batas waktu yang ditetapkan maka jaringan internet dihidupkan kembali dan peserta meng-KLIK selesai, kemudian Proktor memonitor hasil pekerjaan tiap-tiap siswa. Setelah semua dirasa tidak ada persoalan Proktor melakukan Upload hasil kerja siswa,” jelas Elisabet Widi

Sementara itu, menurut Sugiyanto, M.Pd.K (Pengawas Pendidikan Agama Kristen Kantor Kemenag Kab. Karanganyar) yang bertugas melakukan monitoring UNBK meskipun ada hambatan pada hari pertama, secara keseluruhan UNBK SMTK berjalan lancar sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh BSNP. (ChYan-hd/Wul)