Meski minim peminat, peserta PBTQ diharapkan lolos

Rembang—Selain Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), pengakuan terhadap santri berprestasi juga diwujudkan dalam program Beasiswa Tahfidz Al-Qur’an (PBTQ) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Yayasan Pusat Persatuan  Kebudayaan Islam Indonesia-Turki (United Islamic Cultural Center of Indonesia-Turkey /UICCI).

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang telah menyosialisasikan program tersebut kepada sejumlah pondok pesantren. Namun, program ini masih belum banyak peminat. “Memang ada satu yang berminat dan telah mendaftarkan diri secara online melalui situs www.uicci.org,” kata Kasi Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren, Musthofa.

Musthofa mengatakan, proses seleksi PBTQ ini lebih sulit dibandingkan PBSB. Peserta seleksi harus mempunyai hafalan Al-qur’an yang dikategorikan menjadi dua. Pertama usia 18-22 tahun yang hafal 30 juz Al-qur’an, dan usia 14-18 tahun yang telah hafal juz ‘amma.

“Peserta juga harus memiliki pandangan masa depan yang luas. Karena nantinya akan bertempat di Turki untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun. Selama di Turki, santri akan mendalami tahfidz Al-qur’an, pengetahuan keagamaan Islam, dan kemampuan berbahasa Arab,” jelas Musthofa.

Musthofa optimis, peserta dari Rembang yang telah mendaftarkan diri akan bisa lolos, lantaran pada tahun-tahun sebelumnya, ada peserta yang berhasil lolos pada seleksi yang bergengsi ini.

“Rembang mempunyai banyak santri yang berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun tahfidz Al-qur’an. Kami optimis santri Rembang akan mampu membawa nama baik Rembang sebagai salah satu kota santri. Baik melalui PBSB maupun PBTQ ini,” ujar Musthofa.

Pendaftaran PBTQ ini dimulai  pada 13 Maret – 13 Mei mendatang. Seleksi diadakan dalam dua tahap, yaitu tahap I berupa tes tulis baca AL-qur’an pada 26 Mei mendatang. Sedangkan tahap II berupa masa orientasi di Pesantre Sulaimaniyah pada 7 Juni – 11 Juni mendatang. Adapun hasil seleksi diumumkan pada 15 Juni 2017 melalui Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan website www.kemenag.go.id.

“Sehingga kesempatan untuk mendaftar masih terbuka lebar,” pungkas Musthofa. (ss/bd)