Metode Tahfidz Sarana Penguatan Karakter Siswa Madrasah

Semarang – Kendati siswa madrasah berbasis pesantren selalu digembleng dengan nilai-nilai agama, namun Peguatan Pendidikan karakter (PPK) siswa perlu terus ditumbuhkan. PPK merupakan program pendidikan di sekolah/ madrasah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga sesuai dengan falsafah Pancasila.

Demikian dikemukakan pengawas madrasah tingkat MTs Kemenag Kota Semarang, Samhudi, dalam pengarahannya saat membuka workshop PPK siswa MTs Hidayatus Subban, Kecamatan Genuk Kota Semarang, di Aula MTs setempat, Sabtu (01/12).

Whorkshop diikuti seluruh guru dan karyawan MTs Hidayatus Syubban, komite madrasah, orang ttua wali, dan tokoh masyarakat setempat. Workshop mengambil tema Penguatan Karakter Siswa Dengan Metode Tahfidz.

Menurut Samhudi, kerja sama antara sekolah/ madrasah, keluarga dan masyarakat menjadi kunci penerapan penguatan pendidikan karakter. Gerakan PPK berfokus pada struktur yang sudah ada dalam sistem pendidikan nasional.

“Sinergitas warga madrasah, keluarga, dan masyarakat  dalam upaya penguatan karakter siswa sangat penting, dan berfokus pada sttruktur yang sudah ada dalam sistem pendidikan nasional,” ungkap Samhudi.

Dirinya menyambut baik upaya MTs Hidayatus Syubban yang tidak hanya menyiapkan lulusannya hebat dalam mata pelajaran umum namun juga ditambah kompettensi agama, seperti lulusan MTs hafal juz Amma dan mampu memimpin tahlil.

“Realitas kehhidupan itu tidak hanya mengandalkan ijazah, namum kemampuan menjadi imam shalat Tarowih dan memimpin tahlil di masyarakat, juga diperlukan,” imbuhnya.

Sementara itu kepala madrasah MTs Hidayatus Syubban, Samsudin, mengatakan, whorkshop yang digelar kali ini untuk menyamakan langkah para guru, orang tua wali siswa, dan tokoh masyarakat sekitar madrasah bahwa lulusan MTs Hidayatus Subban harus hafal Juz Amma dan mampu memimpin tahlil.

“Meski siswa kami sebagian besar di asramakan di pondok pesantren, workshop seperti ini akan diselenggarakan secara berkala, mengingat di era milineal tantangannya beragam,” pungkasnya. (Sam-Amh/gt)