Mewujudkan Generasi Islam Pelopor ISRA Di Sekolah

Pati – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pati Akhmad Mundakir membuka kegiatan ini secara resmi kegiatan Penguatan Wawasan Islam Rahmatan Lil Alamin (ISRA) dalam Perspektif Multikultural Bagi Siswa SMA dan SMK melalui Sosialisasi ROHIS yang laksanakan di Hotel Griya Lestari Pati diikuti oleh 40 siswa perwakilan pengurus Kerohanian Islam (Rohis) SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kab. Pati (8/2)

Mundakir  dalam sambutan pengarahannya mengatakan, “bahwa  maju mundurnya suatu negara terletak pada Remaja atau Generasi Mudanya”.

Selanjutnya dikatakan dengan adanya kegiatan ROHIS (Rohani Islam) di sekolah maka bekali diri seorang siswa dengan ilmu dunia dan akhirat. lebih baik sedikit ilmu tapi bermanfaat dari pada banyak ilmu tapi tidak manfaat.

Ditambahkan Mundakir bahwa Islam adalah Agama yang cinta damai, jangan sampai para generasi penerus bangsa ini mau disusupi aliran yang tidak jelas. Orang itu sukses jika orang lain merasakan kesuksesanya, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentengi generasi muda atau remaja agar tidak terseret dalam aliran sesat atau  radikalisme dan pengaruh narkoba.

Anggota rohis diharapkan dapat mengaplikasikan diri dalam kehidupan sehari-hari dari materi yang diperoleh dari kegiatan, kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan agar siswa mempunyai pemahaman keagamaan yang utuh, dan berwawasan kebangsaan yang menjunjung tinggi Kebhinekaan Indonesia.

Konsep ini, lanjutnya, juga sebagai upaya pengejawantahan hubbul wathon minal iman sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap pemahaman keagamaan yang ekstrim ataupun menyimpang. “Pesan Mundakir di akhir sambutannya.

Islam menyapa dalam Disiplin, Salam, Senyum, Santun (DS3), menjadi salah satu materi yang disampaikan oleh Hamid, salah satu dosen STAIP Pati, menyampaikan bahwa Islam menyapa dalam disiplin, salam, senyum, dan santun, maksudnya adalah diharapkan generasi Islam yang berada di sekolah itu bisa menjadi pelopor ISRA, dengan menerapan disiplin, dan menebarkan salam, senyum, dan santun. Sehingga sekolah menjadi damai, tenang dan tentram.

Lebih lanjut Hamid juga mengatakan siswanya dikatakan cerdas (cekatan, eksploratif, rajin, disiplin, agamis dan santun). Inilah yang dikatakan islam rahmatal lil’alamin. Siswa yang beragama Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dengan menerapkan metode ISRA tadi, jelasnya ramah.

Kegiatan yang berlangsung selama 1 hari ini diisi ceramah dan diskusi dengan narasumber Akhmad Mundakir (Kemenag), Beny Rusmanto (Polri) dan Hamid (dosen STAIP). Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut adalah Kebijakan Kementerian Agama Dalam Penyelenggaraan Islam Rahmatan Lil Alamin, Peran Masyarakat Dalam Menjaga Multikulturalisme Bangsa dan Wawasan Tentang Generasi Muda Dalam Toleransi Umat Beragama, serta Islam menyapa dalam Disiplin, Salam, Senyum, Santun. (Athi’/bd)