Mewujudkan Kebersamaan Di Tengah Perbedaan

Surakarta – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta menggelar dialog lintas agama bertajuk ‘Mencari Titik Temu Agama-agama’ untuk mewujudkan kebersamaan di tengah perbedaan, di Hotel Sahid Jaya Solo, Kota Surakarta, Kamis, (12/10).

Acara ini diikuti seluruh anggota Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) kota Surakarta dan undangan lainnya dari berbagai ormas keagamaan yang mencapai 40 orang.

“Perbedaan tidak akan mengakibatkan perpecahan apabila ada rasa salingĀ  mengenal dan memahami,” kata Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta, Muslim Umar, saat membuka kegiatan tersebut.

Untuk itu, kata dia, agar bisa saling memahami perbedaan maka diperlukan forum dialog secara terbuka tentang agama dan keyakinan masing-masing.

“Tentu setiap agama ada persamaan dan perbedaan, nah ini penting untuk dicari titik temunya,” papar Muslim.

Di kota Surakarta, imbuh Muslim, hampir semua agama dan etnis ada, maka sebagai ummat beragama yang baik perlu merajut kebersamaan dalam perbedaan, sehingga tercipta toleransi yang tinggi.

Tekankan Kondusifitas Beragama

Muslim juga menekankan umat beragama khususnya yang berada di kota Surakarta untuk saling menjaga kondusifitas dalam menjalankan keyakinan masing-masing.

“Surakarta harus jadi contoh kota yang damai di Indonesia. Kita akan menuju kesana walaupun agak berat, karena semua agama dan etnis ada, namun itu juga sebuah peluang,” kata Muslim.

Untuk itu, kata dia, pembinaan terhadap pengurus Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) lintas agama terus digencarkan. Agar kemudian, sikap saling menghargai perbedaan dan menjunjung persamaan bisa terwujud.

“Butuh kesadaran masing-masing umat bergama untuk sama-sama saling memiliki toleransi,” ujar Muslim.

Untuk itu, kata Muslim, harus mengetahui wilayah mana yang ada perbedaan dan mana yang terdapat persamaan. Semua sepakat dalam konsep ketuhanan, pasti ada perbedaan namun dalam hal kemanusiaan semua agama mengajarkan kebaikan.

Pada acara ini menghadirkan fasilitator dari Wakil Rektor Bidang Akademik Dan Pengembangan Lembaga Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Abdul MatinĀ Bin Salman. Selain itu juga menghadirkan ahli teologi Kristen yang juga pendeta GKJ Manahan Surakarta, Retno Ratih Suryaning Handayani. (rma/Wul)