Madrasah Ibtidaiyah Raih Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional

Pekalongan – Adiwiyata adalah sebuah program terhadap sekolah yang berwawasan peduli lingkungan. Program Adiwiyata sendiri dilaksanakan pada tahun 2006.Tujuan program Adiwiyata menciptakan kondisi sekolah lebih kondusif untuk dijadikan tempat pembelajaran. Dalam hal ini,warga sekolah turut serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Dengan adanya,program Adiwiyata ini dapat membangkitkan kesadaran warga sekolah agar lebih peduli lingkungan sekitar. Bukan hanya, warga sekolah, masyarakat luas turut ikut bertanggung jawab untuk penyelamatan bumi ini.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Salafiyah Tanjung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, berhasil meraih penghargaan sekolah adiwiyata tingkat nasional. Hal tersebut diperoleh setelah pihak Kementerian Lingkungan Hidup melakukan verifikasi secara langsung di madrasah tersebut. Alhasil, madrasah tersebut mampu meraih penghargaan itu dan mampu mengalahkan sekolah-sekolah favorit baik negeri maupun swasta.

Sebagai sekolah penerima adiwiyata tingkat nasional, MI Salafiyah Tanjung mendapat apresiasi langsung dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, serta akan diberikan reward khusus berupa bangunan perpustakaan yang representatife, untuk meningkatkan prestasi.

Saat melakukan kunjungan ke MI Salafiyah Tanjung, Senin (18/12) didampingi Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan  Kasiman Mahmud Desky, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Sumarwati, Bupati Asip Kholbihi cukup kaget terhadap prestasi yang diraih sekolah tersebut. Sebab untuk mendapatkan penghargaan tersebut bukanlah hal yang mudah, apalagi saingannya adalah sekola-sekolah favorit baik negeri maupun swasta se Indonesia. Keberhasilan ini dinilai sangat membanggakan, sehingga membuatnya datang secara langsung mendatangi madrasah tersebut serta secara langsung memberikan apresiasi.

Karena itu, pihaknya menugaskan dinas terkait yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan  Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pendampingan lanjutan, terkait masalah perawatan lingkungan, taman, dan sebagainya termasuk pola-pola penataanya.

Selain menugaskan dinas tersebut, Asip juga akan memberikan reward secara langsung yakni berupa bangunan perpustakaan yang representative, untuk meningkatkan prestasi siswa,” pungkasnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Kepala Kankemenag  Kasiman Mahmud Desky menurutnya, program Adiwiyata mempunyai kegiatan utama yang diarahkan pada sekolah agar berwawasan dan berbudaya lingkungan bagi sekolah. Dengan adanya program ini, sekolah perlu mengeluarkan kebijakan  untuk mendukung kegiatan-kegiatan dalam program Adiwiyata. Agar program ini berkelanjutan warga sekolah turut bertanggung jawab untuk mendukung program ini. Sekolah perlu menciptakan sebuah kegiatan yang mendukung program Adiwiyata dan warga sekolah perlu dilibatkan dalam aktivitas program tersebut.

“Tidak hanya warga, sekolah tetapi juga masyarakat luas untuk melakukan kegiatan ini. Kegiatan yang mendukung program Adiwiyata dapat memberikan manfaat baik untuk warga sekolah,masyarakat luas maupun lingkungan,”imbuhnya. (hfrn/rf)