MI Ta’mirul Islam Surakarta Kirimkan 39 Siswanya Untuk Nyantri

Surakarta – Untuk mengenalkan dunia pesantren secara nyata kepada siswa-siswi yang tergabung dalam program akselerasi, MI Ta’mirul Islam Surakarta mengirimkan 39 siswa-siswinya untuk mengikuti kegiatan Latihan Nyantri di Pondok Pesantren Penghafal Alqur'an Darul Qur'an (PPPA DAQU), di Colomadu, Karanganyar, Jum’at (11 – 12/1) kemarin. Kegiatan ini bagian dari rangkaian program akselerasi Al-Qur'an MI Ta'mirul Islam Surakarta.

“Kelak mereka akan siap jika benar sudah nyantri. Mereka mengikuti semua kegiatan santri selama 24 jam,” kata Nursin Husein,ketua panitia kegiatan.

Latihan nyantri ini adalah yang kali ketiga dilaksanakan di pesantren yang sama; Darul Qur'an. Pondok Darul Qur'an menjadi tujuan utama MI Ta'mirul Islam dikarenakan memiliki kesamaan  dalam tahfidzul Qur'an.

Ke-39 siswa itu nantinya akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan latihan nyantri mulai dari  pembukaan ,ramah tamah dengan santri lainnya, murajaah,menambah hafalan,materi tips  menghafal alqur'an, tahajud, sholat berjamaah tepat waktu,olahraga pagi, makan bersama, dan ditutup dengan berenang setelah 24 jam berkutat dengan hafalan.

Menurut Erma Yohansyah, Kamad MI Ta'mirul Islam Surakarta, mengatakan dengan  padatnya aktivitas di MI Ta'mirul Surakarta yang notabene adalah fullday school, alhamdulillah kegiatan latihan nyantri ini bisa terlaksana dengan baik sesuai komitmen kami dari awal.

“Bahwa kami akan selalu membuat kegiatan yang mendukung proses menghafal anak didik kami, terutama anak-anak kami yg ikut program Akselesari Al-Qur'an,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman, lanjut Yohan, dua tahun berjalan kegiatan latihan nyantri ini efeknya luar biasa bagi anak-anak.  Semangat menghafalnya meningkat dan kemauan yang kuat untuk masuk pesantren.

Yohan memberi contoh salah satu anak didiknya, Uways Abdul hamid, kelas 6 ini sungguh beruntung. Disaat teman-teman seusianya ingin bisa belajar di sekolah favorit  sebagaimana yang mereka impikan dengan berbagai macam cara, tapi tidak berlaku bagi Uways, berkat prestasinya yang sudah mencapai tingkat nasional beberapa sekolah menawari Uways untuk masuk sekolah tanpa tes atau melalui jalur khusus.

“Termasuk MTsN Surakarta 1 mengundang Uways Abdul Hamid, yang menyabet juara 2  olimpiade Sains Topaz tingkat Jawa Tengah, juara 3 olimpiade sains topaz tingkat Nasional 2018 dan segudang prestasi lainnya untuk masuk ke MTsN Surakarta 1”, ungkap Yohan. (masruroh_rma/wul)