MIM Pesayangan Gelar Doa dan Penggalangan Dana

Purbalingga – Peristiwa gempa dahsyat dengan magnitudo 7,4 skala Richter yang menimbulkan badai tsunami dan tanah amblas di Sulawesi telah mengundang keprihatinan berbagai pihak. Demikian halnya dengan keluarga besar Sivitas Akademika MI Muhammadiyah Pesayangan Purbalingga.

Kepala MIM Pesayangan, Afriyanto menjelaskan dengan berbekal Bismillah dan niat yang tulus ia bersama jajaran dewan guru dan para siswa berusaha berpartisipasi meringankan beban penderitaan korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dengan mengadakan kegiatan  Peduli Korban Gempa dan Tsunami Palu – Donggala dalam Doa dan Penggalangan Dana. Kegiatan kepedulian sosial tersebut digelar Jumat (05/10) pukul 07.30 hingga pukul 09.00 pagi.

Menurutnya, di samping menjalankan visi misi madrasah ia juga ingin melatih para siswa untuk berani mengajak warga masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap sesama.

“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan iman dan takwa para guru dan siswa melalui muhasabah, doa serta ikhtiar penggalangan dana. Dan secara umum turut meringankan beban penderitaan saudara-saudara kami yang terdampak bencana,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut ia bersyukur, seluruh siswa dan guru di madrasahnya tampak bersemangat mengikuti kegiatan tersebut.

 “Dengan iringan doa, bersama para siswa kami bergerak menyusuri beberapa kampung yang berada di sekitar madrasah. Mulai dari Kampung Pesayangan, Gang Panca, Brubahan, Kembaran Kulon dan tak ketinggalan Pasar Hartono menjadi lokasi penggalangan,” ujar Afriyanto.

“ Alhamdulillah, hanya dalam 2 jam,  tiga kotak penggalangan dana sudah terisi donasi dari warga masyarakat sejumlah Rp 1.350.000,00. Dana tersebut akan kami salurkan melalui LazisMu Purbalingga dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga,” tambahnya.

Doa dan Harapan

Afriyanto berharap, seluruh warga masyarakat Palu dan Donggala dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dengan meningkatkan iman dan takwa mereka, disertai doa agar mereka kembali menjadi masyarakat yang makmur.

“Bersama para siswa kami berdoa agar warga Palu, Donggala dan sekitarnya diberi kesabaran dan ketabahan serta kembali menjadi masyarakat yang makmur,” jelasnya.

Usai kegiatan penggalangan dana siswi kelas V, Misha mewakili para siswa mengutarakan pendapat dan harapannya.

“Saya sangat bahagia, karena bisa membantu teman-teman kami yang baru terkena musibah. Semoga mereka tetap sabar dan tabah sehingga bisa secepatnya sekolah kembali. Saya doakan agar mereka semua sehat dan sabar,” tutur Misha. (sar/gt)