MIM Teladan Kota Magelang Laksanakan Gladi ANBK untuk Siapkan Siswanya

Kota Magelang – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Terpadu Harapan (MIM Teladan) adalah salah satu lembaga MI yang bernaung di Persyarikatan Muhammadiyah Kota Magelang. Pelaksanaan ANBK Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) bagi siswa kelas 5 jenjang SD/MI menjadi salah satu hal baru di tahun 2021 ini. Untuk kesiapannya, muai hari ini hingga 3 hari mendatang sejumlah 30 siswa mengikuti gladi ANBK yang terbagi dalam 4 gelombang. Gladi ANBK bagi siswa MIM Teladan ini terpaksa dilangsungkan di MA Al Iman Kota Magelang, mengingat masih terbatasnya sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang yang belum memadahi. (Senin, 25/10).

 Disela-sela tugasnya, Kapala MIM Teladan mengatakan “Gladi ANBK ini dilaksanakan untuk membiasakan siswa mengerjakan soal-soal melalui perangkat komputer. Belum semua siswa bisa mengopresikan computer,  oleh karena itu perlu dilakukan uji coba melaksanakan ujian ANBK bagi siswa “ jelas Nina Agustien.

Dalam kunjungannya yang didampingi oleh Kasi Penmad dan pengawas madrasah, Kepala Kankemenag Kota Magelang menyampaikan “ANBK tidak menentukan kelulusan. ANBK juga tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hasil ANBK tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. Akan tetapi hasil ANBK diharapkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran” terang Sofia Nur.  

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Penmad Kankemenag Kota Magelang memotivasi siswa peserta ANBK dan juga  berpesan “Siswa MIM Teladan harus selalu tekun dalam belajar. Luangkan waktu untuk belajar mengoperasionalkan perangkat komputer agar menjadi terbiasa. Saya yakin, sisawa MIM Teladan mampu berkompetisi dengan siswa siswi yang ada di sekolah dasar” tutur Arif Yudha Himawan disambut tepuk tangan siswa.

Melansir dari laman Kemdikbud, ANBK merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif di  masyarakat. ANBK bertujuan untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika. Kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi. ANBK dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten.  (Aziz Muslim/Hari).