MIN 2 Sukoharjo Mendominasi O2SN di Cabang Pencak Silat

SUKOHARJO – Kontingen pencak silat Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sukoharjo berhasil menjuarai seleksi di tingkat Kecamatan yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo pada Senin (4/2) bertempat di TK Pembina Sukoharjo.

Peserta dari MIN 2 Sukoharjo yakni, Hisyam Dhiaulhaq (4D) dan Ayudya Widi Ibnaty (4C) berhasil meraih nilai tertinggi masing-masing untuk kategori putra dan putri. Keduanya berhasil menyisihkan lawan-lawannya yang berasal dari perwakilan SD/MI se-Kecamatan Sukoharjo.

Dengan hasil tersebut, keduanya berhak untuk maju ke tingkat Kabupaten yang rencananya akan digelar hari Rabu (13/2) di Gedung IPHI Sukoharjo. Hisyam mengaku gembira dengan prestasi yang diraihnya. Ia telah mempersiapkan diri sebelumnya di madrasah dan di rumah.

“Latihan saya di rumah dibantu Ayah dengan mengatur waktu, sehingga ketika tampil tadi bias tepat 3 menit sesuai ketentuan,” tutur Hisyam. Sementara Ayudya menambahkan bahwa persiapan untuk lomba sudah dilakukan selama seminggu dengan dilatih dari pelatih ekstrakurikuler pencak silat di sekolahnya.

Sementara itu, pembina sekaligus pelatih ekstrakurikuler pencak silat MIN 2, Gunawan Widodo, mengungkapkan bahwa pada O2SN ini yang dilombakan adalah seni gerakan yang meliputi jurus tangan kosong, menggunakan alat berupa golok dan toya. “Alhamdulillah tim juri dari IPSI sehingga benar-benar profesional dalam penilaian,” kata Gunawan.

Sebelumnya Gunawan sedikit khawatir dengan molornya waktu pelaksanaan lomba karena menurutnya bisa berpengaruh terhadap psikologis siswanya. Ia juga berharap madrasah bisa menyediakan matras untuk latihan sehingga siswa lebih optimal dalam berlatih. “Matras sangat berpengaruh ketika latihan. Belum adanya matras membuat siswa takut cidera ketika melakukan atraksi seperti salto,” paparnya.

Di tempat terpisah, Danuri selaku Kepala Madrasah terus melakukan arahan kepada pembina pencak silat untuk dapat melanjutkan prestasi siswa-siswinya di tingkat Kabupaten. Ia yakin MIN 2 dapat mempertahankan prestasi ekstra wajib madrasah tersebut seperti tahun-tahun sebelumnya.(Pry/Djp/rf).