MIN 2 Sukoharjo Sigap Bantu Siswa yang Kondisinya Memprihatinkan

Sukoharjo – Harapan besar orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya sering membuat orang tua rela melakukan apa saja untuk mewujudkannya. Demikian pula Andi Dwianto yang akrab dipanggil Andi, ayah dari tiga anak yang belakangan ini terpaksa kerja serabutan setelah dia di-PHK oleh perusahaan dimana dia bekerja selama 7 tahun terakhir.

“Saya ingin anak saya menjadi penghafal Al Qur’an. Sehingga saya sekolahkan Neni di MIN 2 Sukoharjo Program Khusus Tahfizul Qur’an yang ketika itu baru dibuka. Alhamdulillah, Pak Danuri kepala madrasah pada saat itu bersedia menerima anak saya. Bahkan bersedia membantu biaya pendidikan anak saya sejak awal masuk dengan mencarikan donasi.” ujarnya sambil mengenang perjuangan untuk bisa memasukkan anak keduanya di madrasah yang memiliki lebih dari 1.200 siswa tersebut.

Wali kelas VI F, Winarsih, menjelaskan bahwa Neni anak yang pendiam namun memiliki banyak Prestasi ketika masih duduk di bangku Raudhatul Athfal (RA).

“Akhir-akhir ini Neni kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh. Beberapa kali ditanya alasannya tidak mengaku. Hingga akhirnya mengaku tidak punya kuota. Sehingga saya home visit berkunjung ke rumahnya.” kisah Winarsih.

Winarsih mendapati kondisi yang memprihatinkan di rumah kontrakan Neni yang masih terletak di wilayah Kelurahan Jetis. Tanpa pikir panjang ia bersama Riza Iskandar Zulkarnaen, Koordinator Program Khusus Tahfizul Qur’an (PKTQ) segera melaporkan keadaan tersebut pada Kepala MIN 2 Sukoharjo, Wiretnoningsih Nurhayati, Jum’at pagi (06/08).

Dengan sigap Wiretno berkoordinasi dengan Koordinator Bidang Humas, Gunawan Widodo. Tidak butuh waktu lama bantuan dari guru, tenaga kependidikan, dan orang tua siswa pun berdatangan.

“Secepatnya bantuan kami antar ke rumah Mbak Neni. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban keluarga Pak Andi. Juga dapat memberi semangat belajar pada Mbak Neni dan Mbak Nisa kakaknya yang juga alumni MIN 2 Sukoharjo. Semoga Allah SWT membalas kebaikan berlimpah yang barakah untuk para donatur.” Harap Wiretno.

“Tak berhenti di sini bantuan dari orang tua siswa. Alhamdulillah ada beberapa tawaran pekerjaan untuk Pak Andi.” lanjut Wiretno.

Melalui wali kelasnya, Neni yang mempunyai nama lengkap Isnaeni Rofiqoh menyampaikan akan belajar sungguh-sungguh agar dapat mencapai target 10 juz dipenghujung kelas VI dan lulus dengan nilai memuaskan.(gun/djp/rf)