MIN 9 Sragen Terus Membranding Diri Menjadi Madrasah Prestasi

Sragen-Jumlah siswa yang besar adalah sebuah tantangan namun juga peluang untuk meraih berbagai prestasi. Semakin banyak siswa tentu potensi dari siswa juga semakin beragam. Demikian diungkapkan Kepala MIN 9 Sragen, Syamsuri saat memberikan amanat pada upacara bendera, Senin (18/02) di halaman madrasah setempat.

“MIN 9 Sragen saat ini adalah MIN dengan jumlah siswa terbanyak di Sragen, tahun ini terdapat 826 siswa, jumlah siswa yang besar ini tentu menjadi tantangan yang berat buat kita, namun ini juga potensi, karena setiap anak punya bakat dan potensi maka tentu banyak yang bisa kita raih dari siswa yang ada tersebut,” kata Syamsuri dengan optimis.

Syamsuri menambahkan bahwa MIN 9 Sragen telah menjadi salah satu sekolah/madrasah yang diperhitungkan di Kabupaten Sragen, karena selalu berprestasi dalam kejuaraan yang diikuti.

“Perlahan namun pasti MIN 9 Sragen terus membranding diri menjadi madrasah yang penuh prestasi, setiap tahunnya kita selalu meraih ratusan penghargaan, terimakasih kepada semua siswa yang telah membesarkan nama madrasah ini, demikian juga peran para guru yang demikian luar biasa membimbing dan mengasah para siswa untuk berprestasi,” tambah Syamsuri.

Pada upacara bendera pagi itu Syamsuri menyerahkan piala, piagam dan  uang pembinaan kepada para siswa yang sejak Desember 2018 sampai Januari 2019 telah mengharumkan nama madrasah. Sebagaimana disampaikan Humas MIN 9 Sragen Hidayatul Ilmiah, puluhan siswa MIN 9 Sragen yang dikirim mengikuti 3 perlombaan di Sragen dan Solo, semuanya menjadi juara umum.

“Luar biasa, puluhan siswa yang kami kirim dalam 3 lomba yang diikuti semuanya menjadi juara umum, yakni pertama menjadi Juara Umum yang memboyong Piala Gubernur Jawa Tengah dalam Olimpiade Al-Quran Sains dan Seni di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam Sukoharjo pada Desember lau, berikutnya pada Dimsa Fair di PP. Darul Ihsan Sragen juga menjadi juara umum dan terakhir juga menjadi juara umum di PP. Assalam Sragen,” kata wanita yang akrab dipanggil Ida tersebut dengan bangga. (ida/ira)