MIN Jetis Berbagi Ilmu Adiwiyata

Sukoharjo – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Jetis menerima kunjungan sejumlah guru Sekolah Dasar (SD) Negeri Karanganyar 03 Weru dalam rangka menimba ilmu Adiwiyata pada Selasa (07/03). Rombongan guru yang diketuai oleh Sugiyanti dan beranggotakan Surani, Sri Utami, Eko Indriyanto, dan Faezal Rahman diterima langsung Kepala Madrasah, Danuri, di Kampus 2  Jl. Diponegoro Joho Sukoharjo.

Pada awal ramah tamah, Sugiyanti menyampaikan keinginan sekolah asalnya untuk menimba ilmu tentang adiwiyata karena SDN Karanganyar 03 Weru akan turut dalam seleksi Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah. Menurut Sugiyanti, MIN Jetis yang sudah berpredikat sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi dan akan maju ke tingkat nasional sehingga sudah lebih banyak ilmu tentang persiapan untuk meraih predikat sekolah yang peduli lingkungan tersebut. “Kami masih perlu belajar dalam menyiapkan dokumen untuk seleksi yang akan dilaksanakan bulan Maret ini,” imbuh Sugiyanti.

Selanjutnya Sugiyanti juga meminta kepada MIN Jetis untuk membantu dan membimbing SD Karanganyar 3 Weru dalam rangka seleksi sekolah adiwiyata tingkat provinsi. “Kami berharap untuk kedepannya beberapa perwakilan MIN Jetis bisa berkunjung ke sekolah kami untuk mengarahkan sebelum penilaian dalam seleksi nanti,” kata Sugiyanti.

Kepala MIN Jetis, Danuri, yang didampingi ketua tim adiwiyata, Anton Purwoko, sangat terbuka dalam menyambut rombongan dari SDN Karanganyar 3 Weru. Bagi Danuri siapapun boleh berkunjung ke MIN Jetis untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam rangka menjadi sekolah adiwiyata.

“Adiwiyata itu bukan lomba, akan tetapi merupakan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada sekolah yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup. MIN Jetis sudah berpredikat sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi dan mohon doanya Oktober nanti kami akan turut dalam seleksi tingkat nasional,” papar Danuri.

Pada kesempatan yang sama, Anton Purwoko menjelaskan segala hal berkaitan dengan sekolah adiwiyata mulai dari silabus pembelajaran, visi misi, dan rencana pembelajaran yang harus memuat kegiatan pelestarian lingkungan. ” Guru di MIN Jetis sudah menyisipkan pembelajaran lingkungan hidup di beberapa indikator pada setiap mata pembelajaran. Hal tersebut mengacu pada silabus yang sudah dibuat sebelumnya,” ujar Anton.

Lebih lanjut Anton Purwoko menegaskan bahwa seluruh warga madrasah mulai dari siswa, guru, karyawan, kepala madrasah terlibat dalam mensukseskan program adiwiyata. Siswa selalu dilibatkan dalam perlindungan, pencegahan, pelestarian lingkungan supaya terciptanya pembelajaran yang nyaman. “Komite, orang tua murid, dan stakeholder kami libatkan juga untuk menunjang tercapainya sekolah adiwiyata,” tandas Anton.

Pada akhir kunjungan, rombongan SDN Karanganyar 3 Weru diajak berkeliling menyaksikan langsung lingkungan MIN Jetis mulai dari biopori, karya anak, kolam penampungan air wudlu, green house, sumur resapan, bank sampah, pembuatan kompos, serta ruang adiwiyata.(pri-djp/Wul)