MIN Kota Semarang Terima Kunjungan Bank Dunia

Semarang – Bank Dunia dalam agenda Mission to Semarang for Teacher and Education Personnel Training at Mora berkunjung ke MIN Kota Semarang untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan perwakilan guru kelas 3 – 4, Kepala Madrasah, dan Pengawas, Rabu (27/2).

Bertempat di Pondok Baca MIN Kota Semarang, Ruwiyati Purnama selaku ketua tim didampingi Neil Butcher, Rosfita Roesli, Muhammad Adam, Nandang Kosasih Ananda, Khoirullah, dan Upik Sabaningrum membuka FGD dengan menyampaikan beberapa pertanyaan kunci.

“Sejauhmana madrasah mendapatkan pelatihan baik dari Balai Diklat maupun Kemenag Pusat? Pelatihan apa yang pernah diterima dan dibutuhkan bapak ibu guru di madrasah ini? Jika misalnya bapak ibu guru belum mendapatkan pelatihan dari balai diklat, lalu mereka mendapatkan pelatihan dari mana? Apakah kemudian lembaga KKM atau KKG memfasilitasinya?” ungkap Ruwi.

“Data ini sangat kami butuhkan dalam rangka studi pendahuluan kerja sama Bank Dunia dengan Direktorat Pendis Kemenag RI,” tambahnya.

Merespon dan menanggapi persoalan tersebut, Subiyono selaku Kepala MIN Kota Semarang memaparkan bahwa beberapa guru kami pernah mendapatkan pelatihan dari Balai Diklat Keagamaan Semarang. Namun, kesempatan itu belum merambah ke semua guru yang ada di madrasah ini. Intinya, guru-guru masih haus dengan pelatihan, workshop, bintek, ataupun kegiatan-kegiatan lain yang muaranya adalah pengembangan kompetensi guru.

“Untungnya, KKM MI Kota Semarang berusaha menutup kekurangan itu dengan dengan menyelenggarakan workshop implementasi Kurikulum 2013 bagi guru kelas 1 dan 4, workshop penilaian kurikulum 2013 bagi guru kelas 2 dan 5, dan Workshop pembuatan modul pembelajaran bagi guru kelas 1,” pungkasnya.

“Tidak berhenti di situ saja, pada saat Direktur GTK meluncurkan program bantuan pemberdayaan KKG, KKM MI Kota Semarang juga turut mengajukan permohonan bantuan, dan alhamdulillah, proposal disetujui dan mendapatkan bantuan sebesar 35.000.000,-. Kegiatan ini akan dilaksanakan 4 s.d. 8 Maret 2019 dengan materi utama pelatihan pembuatan modul pembelajaran dan PTK,” tambahnya.

Menanggapi seputar pelatihan yang dibutuhkan bapak ibu guru, Gunawi selaku wakil dari guru kelas 4 menyampaikan diperlukannya pelatihan media/alat peraga pembelajaran.

“Kurikulum 2013 menuntut agar guru pandai menggunakan media yang ada di sekitarnya, namun terkadang guru kekurangan ide untuk memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya,” ungkap Gunawi.

Akhirnya, semoga FGD ini memberikan masukan, pertimbangan bagi Bank Dunia, untuk selanjutnya terealisasilah MoU  antara Bank Dunia dengan Direktorat Pendis Kementerian Agama RI. (sby/bd)