MIN Pecabean Pencetak Generasi Qur’ani

Slawi – Lantunan ayat-ayat suci Al qur’an dari siswa-siswi menggema sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dari Allah SWT di acara Milad ke-24 MIN Pecabean Rabu (25/10). Mereka sangat khusuk membacakan beberapa surat Al Qur’an bil ghoib dan binadzor hingga khatam. Rangkaian kegiatan dalam rangka ulang tahun madrasah diawali dengan pawai ta’aruf, khotmil qur’an, tahlil, pengajian kitab kuning (Ahlakul Banain–Red) dan diakhiri dengan tausiyah.

“Untuk pertama kalinya MIN Pecabean dapat merayakan sekaligus mewujudkan rasa syukur di hari yang spesial ini yakni tanggal 25 Oktober sebagai Hari Jadi Madrasah, melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak didik kami dapat menjadi generasi penerus penghafal Al Qur’an atau generasi Qur’ani, sesuai dengan visi madrasah,”Islami, Unggul dan Berkarakter,” ungkap Shofar Sholahudin Bisri saat memberikan tausiyahnya selaku Kepala Madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MIN Pecabean didampingi beberapa dewan guru memimpin langsung acara demi acara hingga selesai. Para peserta didik pun dengan khidmat mengikuti semua rangkaian acara termasuk pembacaan kitab Ahlakul Banain yakni kitab yang mengajarkan tentang ahlak yang baik yang harus dimiliki seorang anak terutama para peserta didik.”

Sementara itu, di penghujung acara perayaan ulang tahun madrasah, panitia membagikan bingkisan dan doorprize (hadiah) kepada para siswa yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi tentang ahlak yang baru saja diajarkan melalui kitab Ahlakul Banain tersebut. Tidak ketinggalan madrasah juga memberi apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada siswa-siswi yang berprestasi sebagai penghafal Al Qur’an.

Ananda Salma Auladini siswi kelas II yang sudah berhasil menghafal tujuh Juz. Semoga dengan perayaan milad ke-24 MIN Pecabean dapat terus mencetak generasi qur’ani yang sudah menjadi program unggulan madrasah.

Selamat Ulang Tahun ke-24 MIN Pecabean, semoga peranmu semakin nyata dalam mendorong mutu Pendidikan Nasional. Program unggulan dan Prestasi Madrasah serta Kepercayaan Masyarakat kiranya ikut berperan dalam rangka meningkatkan kualitas madrasah. Sehingga motto “Madrasah Lebih Baik” sebagaimana didengungkan di lingkungan pendidikan Kementerian Agama, benar-benar menjadi kenyataan yang penuh makna. (mst/za/rf)