MIN Sumurrejo Ikuti Show Case USAID

Semarang – MIN Sumurrejo sebagai salah satu madrasah mitra USAID Prioritas Jawa Tengah, Senin (06/02) mengikuti Show Case dalam rangka closing remark (penutupan program) setelah 5 (lima) tahun madrasah menjadi mitra dalam hal praktik pembelajaran dan manajemen. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pameran ini diikuti oleh LPTK, Konsorsia, Sekolah Lab, Mitra LPTK, dan fasilitator LPTK.

Kepala MIN Sumurrejo, Subiyono didampingi Ketua Komite Rohani Amin, dan pengelola Pondok Baca Wahdah, menyampaikan capaian hasil pendampingan yang sangat fantastis. MIN Sumurrejo telah menyusun RKM, RKT, dan RKAM bersama stakeholder, madrasah juga melaksanakan supervisi, akademik dan nonakademik. dalam rangka monitoring dan evaluasi program.

“Civitas akademika MIN Sumurrejo, mengucapkan terima kasih kepada USAID Prioritas Jawa Tengah, dan dosen fasilator UIN Walisongo. Semoga pendampingan yang diberikan memberikan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan madrasah,” harap Subiyono.

Pada praktik pembelajaran, guru menyampaikan materi dengan metode pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Siswa didorong untuk melakukan kegiatan scientific (mengamati, mencoba, menanya, menalar, mengkomunikasikan). Peran Serta Masyarakat (PSM) di MIN Sumurrejo juga menunjukkan adanya perubahan signifikan. Beberapa kebutuhan madrasah yang  difasilitasi oleh komite madrasah, diantaranya pengadaan musholla, Pondok Baca, Kelas Ekslusif, dan kegiatan sosial antar orangtua siswa. Madrasah ini juga melaksanakan program Budaya Baca untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca yang dikemas dalam kegiatan Juz Amma Ceria, Reading Morning (wajib baca setiap hari pukul 08.55-09.10), Duta Baca, Diary Baca, Layanan Lambat Membaca, dan Lomba Cerita Bergambar (Cergam).

Saat kunjungan di stand MIN Sumurrejo, yang menjadi pusat perhatian adalah 2 (dua) Duta Baca, Akbar dan Ihsan. Miss Margin menuturkan kepada para pengunjung, “Dua anak inilah yang menjadi model dan motivator dalam menggerakkan budaya gemar membaca di kampus kami,” terang Miss Margin. Sementara M Dhony Arifin, ayah dari Akbar merasa bangga, pasalnya Akbar siswa kelas I sudah mampu menceritakan buku yang pernah ia baca kepada para pengunjung pameran.

Koordinator USAID Prioritas Jawa Tengah Nur Cholis, MM berpesan bahwa selama lima tahun pendampingan, telah banyak best practice baik pada pembelajaran maupun MBS, sayang kalau setelah selesai tidak dilanjutkan. Oleh karenanya Cholis berharap kepada LPTK (UNNES dan UIN Walisongo) untuk melanjutkan program kerja sama ini. Sementara Lyn Hill, (Teaching and Learning Advisor USAID) memberikan apresiasi yang tinggi kepada LPTK, dosen fasilitator, dan sekolah/madrasah mitra.

“Projek begitu cepat datang lalu pergi, apa yang bisa dilakukan agar hal-hal baik ini bisa berlanjut demi kemajuan sekolah/madrasah,” pesan Nur Cholis. (sby-ch/gt)