MIN Sumurrejo Kembangkan Pembelajaran Fieldtrip

Semarang – Dalam rangka memberikan edukasi kepada siswa dengan metode pengamatan langsung di lapangan, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Sumurrejo Gunungpati Kota Semarang mengadakan kunjungan lapangan (fieldtrip). Kegiatan ini juga merupakan sarana bagi siswa untuk membuka wawasan dan menambah pengetahuan.

Fieldtrip dilaksanakan di PT. Indofood Sukses Makmur berlokasi di kawasan industri  Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan, Kamis (30/3). Kunjungan edukasi ini diikuti oleh 70 siswa kelas IV dengan dua guru pendamping.

Rombongan diterima perwakilan PT. Indofood, Eni. Para siswa diajak melihat secara langsung proses produksi pembuatan mie instan, dan berkeliling ke area pabrik. Siswa MIN mendapatkan penjelasan mengenai berbagai macam hasil produksi dan juga cara membuat dan mengkonsumsi mie yang sehat. Dalam penyampaian materi diselingi dengan acara makan mie goreng bersama kemudian ditambah pemberian doorprice bagi siswa yang aktif dan bisa menjawab pertanyaan dari narasumber.

Anak-anak terlihat sangat senang. Salah satu peserta Santi, mengutarakan kegembiaraanya dalam mengikuti kunjungan edukasi ini, “Ini merupakan pembelajaran yang sangat menyenangkan, sering-sering fieldtrip ya Pak”, ucapnya.

Menurut Gunawi selaku pendamping dan guru kelas IV, fieldtrip bertujuan mempelajari dan melihat secara langsung kegiatan ekonomi dan proses industri dalam hal ini adalah pembuatan mie instan dari proses pembuatan, pengepakan hingga pemasaran.” Hal ini kami sesuaikan dengan tema materi kelas 4 pada semester genap,” kata Gunawi. Dengan adanya kunjungan ini diharapkan siswa mampu belajar lebih banyak dan mendapat pengalaman dari kegiatan di luar madrasah, “sekaligus melatih anak didik untuk hidup mandiri,” ujarnya.

Ketika dimintai keterangan terkait kegiatan ini, Kepala MIN Subiyono memaparkan bahwa belajar di luar kelas merupakan salah satu upaya dalam rangka menciptakan pembelajaran menghindari  kejenuhan dan kebosanan bagi siswa. Dengan belajar di luar madrasah, siswa dapat melakukan studi lapangan, dengan mengamati dan berinteraksi langsung. “Hal ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi siswa,” ungkap Subiyono.

Harapannya kegiatan ini membuka mata siswa agar tidak seperti katak dalam tempurung. Para siswa mampu melihat kehidupan yang ada di luar kehidupannya sehingga mereka mampu mengambil kesimpulan atau memperoleh pengertian yang baru tentang kehidupannya sekarang ini. (sby-ch/gt)