Moderasi Agama Mencegah Intoleransi

Mungkid – Penyelenggara Kristen Siswo Martono, menyampaikan bahwa pada Rakernas Jajaran Bimas Kristen (28/02) di Jakarta, Menag telah me-launching penyusunan buku “Moderasi Agama menurut Perspektif Kristen” yang disusun oleh para tokoh agama Kristen. Buku itu memuat tentang bagaimana menghormati, dan memiliki rasa toleransi terhadap keanekaragaman agama di Indonesia agar tetap terwujud  kerukunan, kedamaian, ketenangan, dan kondusifitas dalam rangka mempertahankan NKRI ditinjau dari sudut pandang agama Kristen.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Pembina Apel, (12/03), di halaman Kantor Kemenag Kab. Magelang. Kepada para peserta apel, Siswo menyampaikan bahwa moderasi agama ini sangat penting dan bermanfaat bagi pemahaman umat Kristen dan agama lainnya supaya tidak terwujud intoleransi.

“Moderasi agama ini sangat bermanfaat dalam mengatasi intoleransi umat beragama di kabupaten Magelang” kata Siswo.

“Melalui moderasi agama, masing-masing pemeluk agama dapat saling hidup berdampingan dengan damai, rukun, menimbulkan kesejukan, dengan saling menjaga dan menghormati,” lanjutnya.

Untuk meningkatkan pemahaman bagi para Pendeta dan tokoh umat Kristen, Siswo menyampaikan dalam waktu dekat ini akan mengundang mereka untuk berkoordinasi sekaligus membekali, khususnya para Pemimpin Gereja supaya memiliki sikap toleransi intern umat beragama, dan antar umat beragama.

“Direncanakan pada (19/03) kami akan mengundang para pendeta dan tokoh umat Kristen untuk memberikan pembekalan terkait moderasi agama khususnya kepada para pemimpin gereja, sekaligus nanti menjadi wahana Kepala Kantor Kemenag untuk bisa bersilaturahmi dengan keluarga besar umat Kristen di Kabupaten Magelang,” paparnya.

Terkait pelaksanaan USBN mata pelajaran Agama Kristen, Siswo menyampaikan bahwa saat ini penyusunan soal USBN mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk SD, SMP, SMA/SMK sudah selesai dan sudah didistribusikan ke Dinas Pendidikan.

“Untuk SDTK, SMPTK, SMTK ada tambahan Ilmu Pengetahuan Alkitab, yang naskah soalnya dibuat di pusat” lanjutnya. (am/bd)