Moment Yang Ditunggu, Vaksinasi Peserta didik MAN 1 Banjarnegara

Banjarnegara –Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banjarnegara mengadakan vaksinasi Covid-19  untuk siswa, Senin (20/9). Dalam keterangannya, Kepala Madrasah, Sunaryo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara dan Puskesmas Kecamatan Bawang.

“Vaksinasi merupakan agenda madrasah dalam rangka menyukseskan program pemerintah mencegah dan memutus penyebaran virus Covid-19. Untuk itu kami bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten Banjarnegara dan Puskesmas Bawang serta Satgas Covid Kecamaan Bawang,” jelasnya

“Ini merupakan vaksin pertama yang sudah ditunggu-tunggu mengingat kita sudah memasuki PTM Terbatas. Sedangkan vaksin kedua akan dilaksanakan bulan depan,” imbuh Sunaryo

Sebagaimana dijelaskan oleh M. Abror, Waka Humas bahwa vaksin diikuti oleh seluruh siswa yang belum pernah vaksin. “Vaksin diikuti oleh 541 siswa. Tidak semua siswa ikut vaksin karena ada beberapa siswa yang sudah mengikuti vaksin di lingkungan tempat tinggalnya,” jelas Abror

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan awal, ada empat siswa yang ditunda vaksinnya karena kondisi fisik tidak memungkinkan,” imbuhnya

Pelaksanaan vaksin di madrasah dilaksanakan dengan prokes ketat dan shifting mengingat jumlah siswa yang cukup banyak. Sebelum pelakasanaan vaksin, siswa mendapat pengarahan tentang prosedur yang harus dilalui sejak sebelum vaksin sampai setelah vaksin. Hal ini perlu disampaikan dengan harapan tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pasca vaksin

Peserta didik sangat antusias dengan adanya vaksin di madrasah. Sebagaimana dituturkan oleh Rahma, siswa kelas XII.

“Alhamdulillah, saya senang dengan adanya vaksin di madrasah. Sudah lama menunggu vaksin ini dan sudah beberapa kali daftar vaksin di tempat kami tapi  belum dapat undangan juga,” tuturnya

Romadhona Wahyu Nurohman, guru bahasa Jawa mengaku lebih tenang dengan adanya vaksin untuk siswa.

“Sekarang kita lebih tenang setelah siswa mendapatkan vaksin karena pada bulan September ini kita sudah PTM, intensitas interaksi dengan siswa juga meningkat. Kalau semua sudah vaksin kiranya dapat mencegah penyebaran virus. Insyaallah tidak akan menjadi kluster baru,” tuturnya (fam/ak/rf)