Monitoring Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Wonosobo – Kankemenag Kab. Wonosobo melalui seksi Pendidikan Madrasan (Penma) lakukan monitoring dibeberapa satuan pendidikan yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Beberapa proses monitoring diantaranya yakni yang dilakukan oleh Nuning Hafadloh selaku Staff Penma, yang melakukan monitoring di MI Maarif Gadingrejo Kepil Wonosobo pada hari Jumat (10/09).

Dalam laporannya , Nuning, mengatakan pelaksanaan PTM di MI Maarif Gadingrejo dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Mulai dari mewajibkan peserta didik memakai masker, mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas, pengecekan suhu tubuh, hingga penjadwalan lamanya durasi tatap muka, “persiapan pelaksanaan PTM sangat matang, dilihat dari tersedianya tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, mengatur jarak tempat duduk sampai pembagian jadwal,” kata Nuning.

Nuning, mengatakan untuk durasi PTM yaitu setiap sesi maksimal dua jam mulai dari pukul 08.00 wib sampai pukul 10.00 wib, “durasi dua jam, kalau Madrasah dengan jumlah siswa lebih dari dua belas maka dibuat dua sesi, yang pertama jam 08.00 -10.00 wib, sesi kedua 10.00-12.00 wib,” tambahnya.

Menurut Totok Jumantoro, selaku Kepala Seksi Penma menyampaikan, maksud dari dilakukannya monitoring PTM untuk melihat sejauhmana kesiapan Madrasah dalam menyediakan layanan pendidikan yang sesuai dengan protokol kesehatan dan mekanisme yang diatur dalam SKB 4 Menteri terkait PTM,

“monitoring untuk mengetahui kesiapan satuan pendidikan, serta mengetahui kendala apa yang dialami untuk nantinya dievaluasi terkait kesiapan pelaksanaan PTM,” kata Totok.

Upaya monitoring oleh seksi Penma didukung oleh Kakankemenag Kab. Wonosobo, Ahmad Farid. Pada hari Senin, (13/09) saat dihubungi tim media center, ia mengatakan upaya seksi Penma untuk melakukan monitoring ke setiap satuan pendidikan harus dilakukan guna pemetaan Pelaksanaan PTM,

“seperti yang diketahui penyebaran virus covid 19 ini masih menjadi momok bersama. Pelaksanaan PTM jangan sampai mengancam keselamatan jiwa peserta didik. Maka dari itu perlu dilakukan monitoring sejahun mana kesiapan satuan pendidikan untuk melakukan PTM,” kata Farid.

Ia berharap, usai dilakukan monitoring diharapkan ada pemetaan kesiapan Madrasah di setiap daerah yang ada di Kabupaten Wonosobo untuk melakukan PTM. Ps-ws