Monitoring Terpadu Madrasah Digelar Serentak

Rembang — Madrasah diminta melakukan upaya secara berkesinambungan untuk memajukan lembaga. Kepala Sekolah yang menjadi pucuk pimpinan madrasah diminta selalu memunculkan ide-ide kreatif, supaya madrasah tidak berjalan stagnan, bahkan mundur. Madrasah diharapkan mampu menjadi sorotan masyarakat akan kemajuan-kemajuan yang diperolehnya, bukan atas kemerosotannya.

Demikian ditandaskan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang di hadapan seluruh Kepala Madrasah negeri dan swasta se-kabupaten Rembang dalam rangka sosialisasi monitoring terpadu untuk madrasah, Selasa pagi (20/9) di aula Kankemenag Kabupaten Rembang.

Hal ini dikemukakan sehubungan dengan semangat Kementerian Agama untuk kembali memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Seluruh kinerja satker Kemenag, utamanya madrasah dan KUA menjadi faktor yang menentukan perolehan WTP. Oleh karena itu, kami minta dari sekarang Kepala Madrasah lebih memperhatikan seluruh aspek yang ada di madrasah, agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” urai Atho’illah.

Dipaparkannya pula, madrasah yang merupakan lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama masih menjadi sorotan Irjen, utamanya dalam pengelolaan manajemen serta administrasi data dan keuangan. “Segala sesuatunya harus selalu dipersiapkan dan dijalankan sesuai dengan aturan. Serta dan diupdate secara berkelanjutan. Sehingga jika ada pemeriksanaan tidak akan ada masalah, ” tegasnya lanjut.

Monitoring terpadu

Guna mendorong madrasah untuk berkembang lebih maju, Kementerian Agama Kabupaten Rembang akan mengadakan monitoring ke seluruh madrasah negeri dan swasta pada Oktober mendatang. Monitoring dan evaluasi ini akan melibatkan seluruh pengawas madrasah dan PAI Kemenag Rembang.

Sejumlah aspek akan menjadi penilaian monitoring atas kondisi madrasah ini. Antara lain keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan lingkungan, kerindangan, kekeluargaan, kenyamanan, dan keterbukaan atas rencana kerja sekolah. Sementara terhadap kinerja guru, akan dilakukan monitoring terhadap administrasi pembelajaran dan kegiatan penilaian siswa.

Atho’illah mengakui, masih ada madrasah yang belum memenuhi standar penilaian yang diharapkan. “Namun setidaknya, dengan monev ini, akan memacu madrasah untuk menyelenggarakan pendidikan yang lebih baik. Selain itu juga aspek-aspek yang mendukung terselenggaranya pendidikan, seperti kondisi lingkungan sekolah, baik secara fisik maupun psikis,” sambungnya.— (Shofatus Shodiqoh/gt)