Motivasi Anak Menghafal Al Qur’an Dengan Wisuda Khotmul Qur’an

Surakarta – Sebanyak 118 siswa-siswi Sekolah Dasar Djama'atul Ichwan (SD DJI ) Kecamatan Laweyan Kota Surakarta mengikuti Ujian Terbuka dan Khotmul Qur'an ke Xlll dengan tema “Dengan Al Qur'an Kita Raih Kemuliaan Dunia Akhirat”, di Hotel Swis Berlin, Sabtu ( 30/3).

Muhammad Rozaq, sebagai koordinator Pendidikan Al Islam sekaligus ketua panitia kegiatan Khotmul Qur'an melaporkan bahwa siswa -siswi yang akan diwisuda mulai dari kelas dua sampai kelas lima dengan kategori tahfidz juz 30 sebanyak 88 anak, tahfidz juz 30 plus surat-surat pilihan delapan anak, tahfidz juz 30 plus khossoh 19 anak, tahfidz dua juz, dua anak, dan tahfidz lima juz, satu anak.

“Tujuan diadakan ujian terbuka dan wisuda khotmul qur'an ini untuk  memotivasi anak-anak dan wali murid agar lebih giat membaca,menghafal,mempelajari dan mengamalkan Al qur'an demi mencari ridho Alloh SWT,” paparnya.

Sementara itu dalam sambutannya Pengawas Pendidikan Agama Islam Kemenag Kota Surakarta, Sumiyati memberikan apresiasi terhadap SD DJI Surakarta.

“Mewakili Kemenag Kota Surakarta saya ucapkan selamat atas prestasi siswa-siswi SD DJI sekaligus apresiasi positif kepada keluarga besar SD DJI yang telah berhasil menyelesaikan program unggulan Tahfidzul qur'an dengan tuntas,” tutur Sumiyati.

Dari tahun ke tahun, katanya, SD DJI terus meningkatkan kualitas program tahfidzul qur'an dengan mengevaluasi hasil capaian tiap anak.

“Semakin banyak hafalan qur'anmya anak-anak akan semakin cerdas dan akan menjadi orang yang bermanfaat di mana pun berada,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Muklis Mustofa, ketua yayasan SD DJI itu, dalam memberikan amanatnya mengajak  bahwa setiap keberhasilan hendaknya dirayakan.

“Setiap keberhasilan seperti tahfidz ini (harus) dirayakan dalam bentuk wisuda atau sejenisnya agar lebih memotivasi kita untuk memperbaiki bacaan dan hafalan Al Qur'an,” tegas Mukhlis.

Kegiatan wisuda Khotmul Qur'an diawali dengan ujian terbuka oleh para penguji yang kompeten yaitu para hafidz hafidzoh dari pondok pesantren.

Acara ditutup dengan tausyiah dan doa oleh Ustadz Hami Mujadid yang membahas tuntas tentang “zadatun imana” yaitu kiat-kiat menambah iman. (miyati-rma/bd)