Atas Nama Presiden Menag Buka MQK Nasional VI di Jepara

Jepara (Inmas) – (1/11) Kegiatan Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Nasional VI  dilaksanakan di pondok pesantren  Roudlotul Mubtadi’in Balekambang Kabupaten Jepara, kegiatan di ikuti Seluruh provinsi yang ada di Indonesia dari Sabang Sampai merauke, hadir dalam kegiatan ini, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin, para Gubernur,  Pangdam IV Dponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Kapolda Jawa Tengah Irjend Polisi Condro Kirono, Para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi se Indonesia, Bupati Jepara ahmad Marzuki, serta jajaran Muspida Kab. Jepara, kegiatan MQK meliputi 28 cabang lomba, dilaksanakan dari tanggal 29 November – 7 Desmber 2017.

Dalam Sambutannya Menteri Agama menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi, sesungguhnya ini tidak hanya milik pesantren, melainkan milik kita semua, karena sekarang ini kita merasa meiliki pondok pesantren dan pondok pesantren adalah milik kita semua. Sejak dulu pondok pesantren mampu berdiri sendiri serta mandiri, pondok pesantren selalu mengajarkan pesan-pesan moral agama,  dengan penuh kasih sayang, dan rasa cinta kasih serta cinta tanah air, meneguhkan komitmen keindonesianan, maka ini sudah sepatutnya Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah  memberikan rasa kepeduliaanya yang lebih pada Pondok Pesantren.

Selanjutnya mari kita benahi regulasi atau aturan yang sekiranya menghambat dalam membantu pondok pesantren, agar dikemudian hari tidak menjadi persoalan, demikian juga antara kementerian dan lembaga dalam membangun pondok pesantren harus dilakukan secara sinergis komprehensif sehingga secara periodik kita bisa memberikan capaian kerjanya.

Sudah saatnya bangsa ini bangkit  dan mengejar ketertinggalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, cukuplah, sudahilah energi bangsa ini jangan dihabiskan dengan hanya untuk sesuatu yang tidak perlu saling mencela, menghina dalan lain sebagainya, marilah kita bangun bangsa ini bangsa yang beragama, bangsa yang memiliki kekuatan yang sungguh luar biasa. Sesungguhnya untuk mencapai itu instrumen agama dan pendidikan akademik begitu penting, agama harus menjadikan basis agama menjadi penting mendorong harmonika antar sesama dalam membangun bangsa.

Marilah hendaknya pendidikan kita tempatkan sebagai wasilah untuk mengasah semua anak bangsa agar memiliki mental yang luhur, kearifan yang kuat  kecerdasan yang prima, sehingga manusia yang telah dimuliakan oleh agama memilik makna penting dalam memakmurkan alam semesta.

“secara jujur peran yang dilakukan pendidikan Islam utama dalam layanan pondok pesantren kita ini menjadi negeri yang moderat negeri yang demokratis yang menebarkan Islam rahmatan lilalamin, dan terus berikhtiar menjadikan Islam di Indonesia menjadikan destinasi pendidikan Islam di dunia.” Katanya sebelum mengahiri sambutannya

Akhirnya beliau sampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya pada para ulama, kyai dan seluruh pimpinan pondok pesantren yang selalu memupuk keislaman pada para santri dengan santun dan menjunjung tinggi nilai kemanusian dan keindonesian, serta terima kasih pada gubernur, bupati serta sesepuh pondok pesantren Roudlotul mubtadiin yang telah memberikan dukungan yang luar biasa atas kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan MQK ini. bd