MTQ Sarana Berdakwah dan Syiar

Banjanegara – Kapan Banjarnegara bisa mengikutkan Kontingen ke tingkat Nasional untuk Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ)? Apa bisa Banjarnegara menjadi Juara MTQ untuk tingkat Propinsi? Itulah pertanyaan yang disertakan oleh Bapak Bupati dalam disposisinya jika terdapat undangan event MTQ, untuk tingkat propinsi, sebagai pembuka Diklat Hakim MTQ Lanjutan Tingkat Kabupaten Banjarnegara. Lembaga Pendidikan Tilawatil Quran (LPTQ) Kab. Banjarnegara mengundang peserta diklat sejumlah 60 orang yang terdiri dari perwakilan guru-guru MTs (20), perwakilan guru-guru SMP (20), dan penyuluh fungsional (20) di aula kantor Kementerian Agama Kab. Banjarnegara, Kamis ini.

Diklat ini dilaksanakan sebagai lanjutan pembinaan dan pengembangan profesionalisme Dewan Hakim (DH) MTQ untuk bidang Khat dan Kaligrafi. Diharapkan bisa memberikan wawasan dan pengetahuan dalam sektor perhakiman dan pembinaan kaligrafi di tingkat kabupaten.

Ketua LTPQ menyampaikan sambutan yang disampaikan Sekretaris Drs. H. Nasirin, bahwa dasar kesuksesan MTQ dilihat dari 2 hal utama, Sukses Pelaksanaan dan Sukses Prestasi. Sukses Pelaksanaan dinilai dari terpenuhinya semua perangkat seperti Dewan Hakim (DH) yang profesional. Profesionalime DW didapat dari pelatihan dan pembinaan seperti yang sedang dilaksanakan pada kesempatan ini. Sedangkan Sukses Prestasi dipandang dari hasil yang didapatkan berupa Juara perlombaan dan bibit-bibit unggul untuk mewakili kafilah ketingkat yang lebih tinggi. Diharapkan dengan kegiatan ini, para peserta diklat bisa mengembangkan keahlian untuk membina dan menyaring bibit-bibit juara di tingkat kecamatan.

Dalam sambutan dan pembukaan Diklat, Kepala Kantor Kementerian Agama yang disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, H. Zulkifi, S.Ag, MTQ dan Pelatihan Dewan Hakim adalah suatu keniscayaan. Harapan Bupati melalui disposisinya berharap agar hasil dari pelatihan dan diklat bisa terlihat. “memang perlu evaluasi kenapa hasil MTQ belum mencapai puncak keberhasilan” ditambahkan.

Disamping permasalahan bahwa Jawa Tengah masih kalah diprestasi walaupun jumlahnya besar. Sebagai contoh ditingkat nasional Jawa Tengah berada jauh dibawah Papua Barat yang bisa masuk juara. Harapan alokasi dana lebih ditambah, dan kesadaran MTQ sebagai dakwah dan syiar juga perlu di kembangkan.

Kasi Bimas Islam berharap sisi lemah peserta juga dikuatkan melalui pembinaan dan penjaringan melalui informasi dan pengetahuan yang didapat peserta dari Diklat. Dan setelah resmi dibuka, para peserta mempersiapkan diri, peralatan serta materi yang disampaikan oleh Agus Prasetyo, S.Pd.I sebagai pembina, pelatih dan Dewan Hakim LPTQ kabupaten Banjarnegara. (Nangim)