MTs Hasyim Asyari Adakan Sholat Khusuf berjamaa’ah

Blora – Pada malam hari menjelang Isya’ semalam (31/1) seluruh peserta didik, dewan guru, komite madrasah dan Dewan Pengurus badan Pelaksana Penyelenggara pendidikan Maarif NU (BPPPMNU) MTs Hasyim Asy’ari  berkumpul di halaman Kampus 2 Madrasah untuk mengamati peristiwa yang menakjubkan yaitu Gerhana Bulan, dimana Pengamatan dimulai dari proses awal terjadinya Gerhana sambil melantunkan istighfar.

Semua peserta didik diminta mengabadikan momen ini melalui handphone dan menuliskannya dalam bentuk tulisan sebagai tugas, dan setelah gerhana berjalan hampir separo peserta diajak berjama’ah sholat gerhana bulan. Berindak selaku imam Bapak KH. Umar Basyar Ketua BP3MNU MTs. Hasyim Asy’ari Kradenan) dan khatib Much. Syaifuddin Zuhri, S.Pd (Anggota Dewan Pengawas Komite Madrasah) dan bilal Zainul Hakim, S.Kom.

Dalam Khutbahnya, Much. Syaifuddin Zuhri, S.Pd mengingatkan bahwa gerhana bulan total terjadi bukan karena ada orang mati atau lahirnya orang suci tetapi gerhana bulan total ini merupakan fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Alloh SWT. Oleh karena itu sebagai wujud keimanan kita, kita disunnahkan untuk melaksanakan sholat gerhana, bertaubat, memperbanyak istighfar memohon ampunan Alloh, dan memperbanyak sodakoh. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah Kepala Madrasah, Dewan Guru/Karyawan, Komite Madrasah dan Yayasan dan acara shalat gerhana berlangsung lancar dan khusyuk.

Selain itu, dalam upaya memperingati Hari Lahirnya Nahdlatul Ulama ke 92, MTs Hasyim Asyari juga mengadakan berbagai kegiatan untuk mempuk kecintaan peserta didiknya terhadap ulama dan NKRI dengan berbagai kegiatan, antara lain seperti upacara bendera, dan menggambar 1000 logo NU.

Kegiatan yang dilaksanakan di halaman MTs. Hasyim Asy’ari Kradenan (31/1) tersebut  diawali dengan Upacara Bendera memperingati Hari Lahirnya Nahdlatul Ulama yang ke 92, dimana bertindak sebagai  Pembina Upacara Ketua Komite Madrasah masa khitmad 2018-2020,Fahrudin Kamani.

Fahrudin Karmani, M.Pd.I menyatakan bahwa momentum Hari Lahirnya Nahdlatul Ulama harus dijadikan penyemangat bagi seluruh civiatas akademika MTs. Hasyim Asy’ari Kradenan untuk meningkatkan kualitas diri tidak sekedar ceremonial rutin tahunan yang harus dijalani, namun seluruh stake holder harus menjadikan momentum ini untuk memperkuat barisan, saling bahu membahu untuk meningkatkan prestasi baik tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional.

“Kita harus mampu menerjemahkan cita-cita luhur pendiri madrasah ini untuk meneruskan perjuangan Khadrotus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari mengembang Islam Nusantara, Islam Moderat di bumi Indonesia, dimana Nilai-nilai Islam Ahlussunah wal Jam’ah harus ditanamkan kepada peserta didik sejak dini agar tidak terjerumus ke dalam Islam garis keras”paparnya.

“Tidak hanya itu, kita harus bisa mengangkat prestasi madrasah tercinta kita ini ke tingkat yang lebih tinggi, memperkuat karakter akhlak mulia peserta didik yang mencintai negerinya dan rela dengan ikhlas mengabdikan diri kepada Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jauhkan anak-anak dari sikap tidak jujur, jauhkan anak-anak dari korupsi, kolusi dan nepotisme”imbuhnya serius.

Kegiatan dilanjutkan dengan lomba menggambar 1000 logo NU, dimana Seluruh peserta didik mengikuti lomba ini dengan menggambar masing-masing 3 logo NU, dan dari lomba terkumpul 999 gambar dari 333 siswa, ditambah 4 gambar logo NU dari Ketua OSIS, sehingga genap 1000 logo NU.

Siti Kasanah, S.Sos.I selaku Waka Kesiswaan mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini selain   untuk memperingati Harlah NU juga untuk lebih meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap madrasah ini.

Sebagai bentuk apresiasi hasil karya peserta didik ini,Kepala madrasah, H. Sholikin, S.Ag memberikah hadiah uang tunai kepada 9 peserta terbaik dan 2 peserta harapan.

“ Karena ini Harlah ke 92 maka juaranya diambil 9 dan 2 sehingga sesuai dengan tujuan peringatan lomba” kata Kepala Madrasah yang disambut tepuk tangan semua peserta. Keluar sebagai juara I Nasikhatun Nisak dari kelas IX-A, Juara II Nugroho Puji Laksono dari IX-B dan Juara III Sapta Natalia Miyanti dari IX-D..(Sholikin/ima/bd).