MTs Negeri Bekonang Belajar Speaking Inggris dari Kampung Inggris

Sukoharjo – Berangkat dari keprihatinan para guru terutama guru mata pelajaranl Bahasa Inggris yang mengeluhkan bahwa rata-rata siswa sulit dan bosan menerima pelajaran Bahasa Inggris. Karena sangat minimnya kosakata Bahasa Inggris ditambah tidak mau membaca bacaan Bahasa Inggris meski sesimpel mungkin, sehingga para siswa tidak tahu terjemahan soal-soal tersebut. Belum lagi masalah Pronounce (pelafalan) dan spelling (pengejaan huruf). Mengingat mapel bahasa inggris merupakan salah satu mapel UN, maka perlu adanya solusi yaitu bekerjasama dengan lembaga lain.

Sejalan dengan hal itu Bambang Trianggono, selaku Kepala MTsN Bekonang meng-amini solusi tersebut. Maka ditunjuklah Language Center (LC), LC adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris yang notabene terletak di Kampung Inggris Pare, Kediri. LC Kampung Inggris didirikan oleh Tim ahli yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun mengelola kursus di Kampung Inggris. Oleh karena itu, LC Kampung Inggris hadir untuk memberikan kualitas pembelajaran yang lebih baik dan pelayanan yang prima. Hal ini sesuai dengan slogan LC yaitu : ”Complete Packages For Better Learning”.

Dimulai pertengahan bulan Februari 2017 yang lalu, tak kurang 50 siswa MTs Negeri Bekonang yang merupakan perwakilan dari kelas 7 dan 8 ikut ambil bagian dalam kegiatan speaking Inggris tersebut. Mr. Abu dan Mr. Suyoto panggilan akrabnya adalah 2 mentor yang didatangkan dari LC kampung Inggris di Kediri. Kegiatan speaking Inggris ini dimulai selepas KBM selesai.

Pembelajaran speaking Inggris ini dilakukan didalam kelas maupun diluar kelas. Dengan metode pembelajaran Role Playing (Bermain Peran) yang merupakan salah satu strategi pengajaran yang menyediakan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiata-kegiatan belajar secara aktif dan personalisasi, sehingga dalam menghafal vocabulary, pronounce dan spelling bisa lebih mudah.

Namun pengunaan metode ini bukanlah hal yang mudah, mentor harus tahu kondisi siswa, perlu adanya pemanasan terlebih dahulu, terhitung sudah 30 kali pertemuan terlewati dari waktu yang telah disepakati. Bertepatan dengan acara apel pagi dihalaman MTsN Bekonang ke-50 siswa perwakilan speaking Inggris menampilkan atraksi diantaranya MC ,pidato, puisi dan doa menggunakan bahasa Inggris.

Yang tidak kalah menariknya dari acara tersebut adalah Drama Jawa dengan lakon Rama dan Shinta tetap menggunakan percakapan Bahasa Inggris dan disaksikan oleh 900 siswa, guru dan karyawan MTsN Bekonang antusias menikmati atraksi tersebut. Ditemui disela-sela menjalankan tugasnya sebagai Kepala Madrasah Bambang Trianggono memberikan evaluasi dan harapan terhadap hasil kegiatan ini. “Walaupun belum mencapai target yang diinginkan, namun minimal bisa membantu siswa fokus pada mapel terkait”, Kata Bambang.

Lebih jauh dia berharap agar kedepan tetap ada tindak lanjut karena kegiatan tersebut baik juga guna melatih mental keberanian siswa untuk fasih dalam pengucapan kalimat-kalimat berbahasa Inggris, sehingga nantinya dapat berbicara menggunakan Bahasa Inggris baik secara formal maupun non formal. Bambang saat ditemui di ruang kerjanya (Sabtu, 11/3) mengattakan, “perlu adanya student speaking club di MTsN Bekonang dan tentunya dengan adanya Speaking Inggris ini sebagai daya tarik masyarakat bahwa Madrasah adalah tempat menimba ilmu yang lebih baik.” (Rif-Djp/ Wul)