MTs Nurul Huda Banyuputih Gelar Penilaian Akhir Tahun (PAT) Dengan Smartphone

Batang – Sebagai impelentasi dari perubahan teknologi informasi dan komunikasi serta tuntutan masyarakat terhadap kemajuan pendidikan, MTs Nurul Huda Banyuputih menggelar kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT) terobosan baru yaitu cara offline berbasis smartphone dan komputer yang terhubung dengan server di ruang lab. Komputer dengan tatap muka dan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Kegiatan itu dilaksanakan pada Rabu- Selasa (2-8/06) .

Kepala MTs Nurul Huda Khoirin dalam keterangannya menjelaskan bahwa PAT offline ini merupakan inovasi dari ujian model kertas.

“Kami membuat inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Sebelumnya PAT dilaksanakan dengan media kertas, tapi tahun ini, kami mencoba menggunakan media offline menggunakan smartphone, nah bagi siswa yang tidak punya hp android MTs menyediakan komputer dan menyediakan wifi,” Jelasnya.

Dihubungi via whatshap, Khoirin menjelaskan bahwa siswa yang mengikuti PAT di madrasahnya tahun ini adalah Kelas VII 218 siswa,kelas VIII sebanyak 186 terbagi dalam 10 ruang ditambah 2 ruang lab komputer khusus untuk siswa yang tidak punya Handphone (HP).

“Cara mudah para siswa mengikuti PAT dengan Handphone (HP) pertama HP dikoneksikan pada wifi server, setelah itu memasukkan IP sever, kemudian masuk ke sistem PAT, dan siswa langsung mengerjakan sampai selesai,” tambahnya.

Sementara itu Zaenal Arifin Wakil Kepala bidang kurikulum juga menyampaikan PAT offline ini merupakan terobosan baru dalam program pendidikan di MTs Nurul Huda Banyuputih. PAT offline ini dirasa lebih memudahkan guru dan siswa sebelum maupun pasca PAT.

“PAT online kali ini tidak menghilangkan esensi dari ujian itu sendiri,  guru dan siswa justrru lebih dimudahkan. Sebelum pelaksanaan, dari tim kami melakukan uji coba sistem softwere dan hadrdwere terlebih dahulu. Mempersiapkan aplikasi yang akan digunakan. Para siswa cukup mengdownload aplikasi pada Google Playstore di HP masing-masing, ” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa madrasahnya baru kali pertama PAT dilaksanakan secara offline berbasis smartphone dan komputer. Para siswa mengaku sempat kebingungan dalam mengakses aplikasi. Salah satunya M Fahmi Aqwa. Namun pada akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.

“Awalnya saya sempat kebingungan ujian melalui HP. Akan tetapi dari pihak sekolah sangat membantu karena sebelum ujian diadakan simulasi terlebih dahulu untuk mengakses aplikasi. Dan saya dapat mengerjakan ujian dengan mudah tanpa kendala, sekarang kalau ditanya orang tua HP nya buat apa. Saya bisa menjawab untuk ujian online,” ujarnya.(khoirin/bu.min/Zy)