MTsN 2 Kota Semarang Raih Juara I Mading Crescenta 2019

Semarang – Prestasi siswa madrasah Kota Semarang kembali ditorehkan oleh MTsN 2 Kota Semarang pada ajang CRESCENTA (Competition and Creation of Science and Tekhnologi In Aplication) 2019. Kegiatan diselenggarakan oleh MAN 1 Surakarta ini diikuti oleh peserta SMP/MTs se-Jawa Tengah dan DIY, Sabtu (23/02).

Lomba CRESCENTA tahun ini mengangkat tema “Science is Art to Enjoy the Universe” atau dalam bahasa indonesia “Sains adalah Seni Menikmati Semesta” dibuka oleh Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Farhani di aula MAN 1 Surakarta.

Pada ajang lomba iptek tersebut diperebutkan 7 cabang lomba, MTsN 2 Kota Semarang berhasil meraih juara pada dua cabang lomba, juara 1 bidang Mading Tiga Dimensi dan Runner-Up Kompetisi Bidang IPA.

Menurut guru pembimbing sekaligus pelatih Aminah, persiapan yang dilakukan dalam mengikuti olimpiade ini sangat mendesak karena berita lomba juga mendadak.

“Mulai Senin, (18/02) tim pelatih sains dan mading memberikan pelatihan dan arahan kepada para siswa yang akan mengikuti lomba. Latihan soal bidang IPA hingga rencana desain pembuatan mading tiga dimensi dilakukan setiap hari selama 5 hari,” ujarnya.

Ia merasa senang dan bangga karena membuahkan hasil yang membanggakan.

Pelatih yang lain, Imam Santosa menuturkan meski bimbingan dan latihan hanya dilaksanakan dalam waktu singkat, lima hari pralomba, Tim Majalah Dinding Tiga Dimensi terdiri dari M. Shofwan, Fadillah Alvie S dan Maysa Saharani serta kompetisi Sains IPA (Kamila Azra Nur) dapat menyisihkan peserta dari SMP/MTs lainnya. Sesuai jukinis lomba, pada babak penyisihan baik bidang Mading ataupun IPA, siswa dituntut untuk mempresentasikan hasil karyanya.

“Alhamdulillah, presentasi siswa cukup meyakinkan para juri,” ujar Imam didampingi Lu’luatu Mufassiroh.

M Shofwan mewakili timnya mengatakan keberhasilan yang diraih tak luput dari arahan dari pembimbing. Dirinya memaparkan pada kompetisi tahunan ini, Mading 3 Dimensi sains mengusung tema “Energi alternatif”.

“Mading 3 Dimensi menampilkan diorama gedung MTsN 2 Kota Semarang. Maket depan ditampilkan elektrolit sebagai penghasil listrik, lalu di sisi belakang ditampilkan diorama alam pegunungan dan sawah lengkap dengan sungainya, menggambarkan alternatif tenaga pengganti BBM dengan kincir air yang digerakkan oleh air terjun,” jelas Shofwan.

Sementara Kamad Fathul Hadi bangga dengan prestasi yang diraih siswanya. Kamad menyampaikan keyakinannya bahwa MTsN 2 yang dipimpinnya adalah gudangnya siswa berprestasi.

“Teruslah tingkatkan kemampuan dan jangan ragu untuk mengikuti lomba-lomba bidang ilmu pengetahuan yang digelar dimana pun,” ujar Kamad memberi semangat.

Menurutnya keberhasilan para siswa tidak lepas dari usaha-usaha yang dilakukan mereka untuk selalu berprestasi di antaranya adalah belajar dengan tekun, mengikuti kegiatan lomba antar kelas, antar kota, provinsi, atau pun nasional.

“Disamping ketekunan bimbingan dari para pendamping dan pelatih Bapak dan Ibu Guru,” tambah Kamad.

Fathul Hadi berharap, para siswa dapat mempersiapkan diri dengan maksimal untuk terus mengikuti ajang lomba apapun dalam meningkatkan prestasinya dan menjadi contoh bagi siswa-siswi lainya untuk meraih prestasi di tingkat lokal, regional, nasional atau internasional.

“Tahun ini bukan tahun pertama kalinya mendapatkan jawara pada ajang yang sama. Sebelumnya MTsN 2 Kota Semarang juga pernah meraih Runner-up dalam tiga bidang lomba, diantaranya lomba pidato bahasa arab, pidato bahasa inggris dan majalah tiga dimensi,” pungkas Fathul Hadi.(Mrsyd-ch)