MTsN 3 Cilacap Peduli Bencana Banjir Garut

Cilacap – Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Cilacap kembali mengulurkan tangan membantu korban banjir. Kegiatan peduli banjir kali ini diperuntukkan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Garut pada Rabu (21/09) lalu.

Kepala MTsN 3 Cilacap, Mohammad Wahyudin Prasetyo, Senin (26/09) secara langsung memimpin tim yang terdiri atas delapan orang guru menuju lokasi. Rombongan juga dikawal langsung oleh petugas dari Kecamatan Kawungaten. Setibanya di posko bencana, mereka disambut penuh keakraban dalam suasana haru. Mereka disambut oleh ketua Posko Bencana Kelurahan Jayawaras Kecamatan Tarogong Kidul, Garut Iwan Suherman. 

“Monggo Pak, kami serahkan bantuan untuk para korban banjir bandang. Bantuan ini merupakan bantuan dari para guru di MTsN 3 Cilacap beserta siswanya. Walaupun bantuan kami tidak seberapa, tapi kami berharap bisa sedikit membantu meringankan penderitaan mereka. Bagi yang sudah meninggal semoga mereka mendapat ridla Allah Swt dan mendapat tempat yang terbaik. Bagi yang selamat, semoga mereka diberikan ketabahan dan kekuatan jiwa dalam mengadapi musibah ini,” ucap Mohammad. 

Bantuan yang diserahkan pada kesempatan ini berupa tujuh karung beras, tujuh dus min instan, empat dus minyak goreng dan 40 pak buku tulis serta pakaian layak pakai. Bantuan tersebut mereka kumpulkan dari sumbangan dewan guru dan tenaga pendidikan serta para siswa.

Kegiatan peduli bencana merupakan bentuk tanggap sasmita para dewan guru dan siswa. Pihaknya mengaku merasa terharu sekaligus bangga. Para guru madrasah merasa tergugah dan mengadakan gerakan peduli bencana. Terlebih kepada para siswa, mereka yang masih anak-anak sudah punya rasa empati yang tinggi untuk meringankan penderitaan saudara-saudaranya di Garut.

Ditegaskan pula bahwa kegiatan MTsN 3 Cilacap peduli korban banjir merupakan salah satu cermin tujuan pendidikan madrasah, yakni menciptakan generasi bangsa yang berkarakter. Dijelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil pengumpulan selama tiga hari. Pengumpulan dilaksanakan oleh para guru beserta siswa secara bahu-membahu melalui organisasi kepramukaan dan OSIS. (budiono/gt)