MTsN 3 Wonogiri Adakan Kemah Bhakti Peduli Gempa

Wonogiri – Gugus Depan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Wonogiri, minggu kemarin   menyelenggarakan  Kemah Bhakti dalam rangka mengisi Kegiatan Tengah Semester Gasal 2018-2019 sekaligus penggalangan dana peduli gempa Donggala, di lapangan Desa Miri Kecamatan Kismantoro yang diiikuti sebanyak 612 siswa 30 panitia dan 53 guru dan karyawan.

Kegiatan Kemah Bhakti dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Cabang (Ka. Kwarcab) Kabupaten Wonogiri, H Suprapto didampingi jajaran pengurus. Turut hadir pula dalam pembukaan Pengurus Ranting Pramuka Kec. Kismantoro jajaran Forkompincam dan para pembina dari Gugus Depan. Adapun tema yang diambil dalam kegiatan tersebut “Berkhidmad Mandiri, Peduli, Bersahaja dan Religius”

Kepala MTsN 3 Wonogiri, H. Joko Supriyanto di hubungi di tempat kerjanya, Senin (15/10)  menyampaikan bahwa selain sebagai kegiatan tengah semester, kegiatan kemah bhakti juga dimaksudkan untuk memberikan ruang berekspresi, berempati sekaligus menampilkan apresiasi seni, olaharaga, keagamaan dan sosial ditengah tengah masyarakat.

“Para peserta didik madrasah sebagai generasi penerus bangsa harus membekali diri dengan kompetensi kompetensi yang mampu menghadapi tantangan jaman sekarang” harap Joko Supriyanto

Adapun rangkaian kegiatan dalam kemah bhakti tersebut meliputi lomba Pildacil, survival, outbond, ibadah, bhaki sosial, olahraga dan pentas seni Islam. Kebetulan saat ini terjadi gempa di Donggala Palu, yang tentunya membutuhkan bantuan dan uluran tangan guna merehabilitasi dan merekonstruksi wilayah yang terdampak. Sehingga hastag madrasah Peduli Adalah Solusi menjadi realisasi nyata dar peserta Kemah Bhakti tahun ini.

Sedangan puncak acara yang ditunggu adik adik Pramuka dan masyarakat sekitar adalah Api Ungun yang diisi dengan pesta kembang api dan penampilan kraasi seni dari masing-masing kabilah.

Sedangkan dalam sambutan pengarahannya Ka. Kwarcab Gerakan Pramuka Kab. Wonogiri, H Suprapto  menegaskan bahwa  Pramuka sebagai salah satu upaya membentuk karakter bangsa harus dapat diimplementasikan di semua satua pendidikan.

“Madrasah Tsanawiyah sebagai satuan pendidikan berbasis Islam harus lebih berdiri paling depan karena dengan nilai-nilai Islam yang telah dikembangkan dan dilakukan di madrasah atau masyarakat sejalan dengan apa yang menjadi tujuan dari Gerakan Pramuka,” harapnya.

Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Wonogiri menurut H. Suprapto telah menjawab dengan penyelenggaraan Kemah Bhakti ini. Tema yang diusung sejalan dengan visi dan misi Gerakan Pramuka dan tepat dilakukan pada saat ini dimana era globalisasi dan digitalisasi menyerbu generasi muda lewat bermacam-macam saluran informasi. (mursyid_Heri/rf)