MTsN Bekonang Gelar Simulasi UNBK

Sukoharjo – Mengacu pasal 9 Permendikbud No 3 tahun 2017 Pemerintah mendorong agar seluruh pelaksanaan UN dilakukan dengan model UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer)Hal ini bertujuan untuk peningkatkan mutu pendidikan di Indonesia serta kualitas SDM dan mengurangi tingkat kecurangan serta kebocoran soal-soal Ujian Nasional. Disamping itu UNBK ini dapat mengurangi Anggaran Negara yang dikeluarkan oleh Pemerintah pusat dengan  jumlah nominal relatif besar.

Sejalan dengan Permendiknas maka seluruh sekolah mulai dari SMP/MTs sampai dengan SMA/MA wajib melaksanakan program pemerintah tersebut. Tak terkecuali di MTs Negeri Bekonang Sukoharjo Jawa Tengah, ditemui disela-sela kesibukannya Senin (06/03) Bambang Trianggono selaku Kepala Madrasah MTsN Bekonang menuturkan pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan UNBK tersebut termasuk diantaranya melakukan koordinasi antara jajarannya dengan orang tua wali murid kelas IX dan juga memeriksa kesiapan siswa kelas IX untuk mengikuti UNBK tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan wali murid kelas IX melalui rapat Komite tanggal 22 Februari yang lalu, dan menanyakan kesiapan para siswa kami untuk mengikuti UNBK karena boleh dibilang ini kali pertama ujian nasional tanpa kertas dan berbasis komputer. Karena baru maka kami perlu berkoordinasi dengan wali murid sekaligus memberikan sosialisasi tentang program pemerintah tersebut, dan hasilnya kami sepakat untuk mengadakan simulasi UNBK bagi murid-murid kelas IX agar tidak canggung dan grogi”, jelas Bambang.

Selanjutnya pengadaan sarana dan prasarana laboratorium komputer perlu disiapkan. Namun karena kurang memadainya laboratorium Komputer yang berada diMTsN bekonang, maka perlu alternatif lain yaitu bekerjasama dengan sekolah lain yang mempunyai laboratorium komputer yang cukup memadai dan cukup nyaman. Sebagai pilihan SMK Veteran 1 Sukoharjo-lah alternatifnya.

Tak kurang dari 100 unit komputer dan dilengkapi dengan LAN yang terbagi menjadi 3 ruang yang ber-AC, masing-masing lab. Komputer dikendalikan oleh satu komputer server dengan satu orang Progtor sebagai operatornya. Tugas utama Progtor sebelum pelaksanaan Simulasi UNBK ini adalah meng-Sinkronisasi data peserta UNBK ke server pusat juga mengontrol komputer dan jaringan jika terjadi trouble. Pelaksanaan simulasi UNBK dibagi menjadi 2 tahap, tahap pertama dilaksanakan tanggal 27-28 februari dan tahap kedua dilaksanakan tanggal 21 – 22 maret  dengan jumlah peserta 301 siswa dibagi dalam 3 sesi. Hal ini dilakukan karena disesuaikan dengan jumlah komputer yang ada.

Untuk simulasi pertama ini bisa dibilang cukup berhasil, walaupun hari pertama siswa kelihatan sedikit canggung, karena beberapa prosedur penggunaan program yang harus diperhatikan dan dipahami. Sejalan dengan itu Bambang Triannggono selaku Kepala Madrasah memberikan evaluasi simulasi tahap pertama ini dan mengucapkan rasa syukur, karena simulasi tahap pertama ini dapat bejalan dengan lancar meskipun masih ada beberapa siswa yang datang terlambat dan diharapkan untuk tahap kedua siswa lebih tertib serta menghargai waktu.

“Alhamdulilah simulasi tahap pertama ini sudah kita lalui bersama dan menunjukkan hasil yang cukup baik, namun demikian kedisiplinan, datang tepat waktu perlu lebih ditingkatkan lagi”, pesannya.

Bambang juga menambahkan ekspektasi UNBK tahun 2017 dan tahun-tahun berikutnya diharapkan kerjasama orangtua/wali siswa dengan madrasah harus benar-benar ditingkatkan, terlebih dengan pengadaan sarana dan prasarana laboratorium komputer bisa terwujud dengan lengkap sesuai dengan standar yang berlaku. Namun jika hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah kecil sekali kemungkinannya.(rif-djp/Wul)