MTsN Gantiwarno Gandeng LPMP Yogyakarta Tingkatkan Kompetensi Guru

Klaten – Sebagai upaya awal persiapan kompetensi guru memasuki tahun ajaran baru 2017/2018, MTsN Gantiwarno Klaten gandeng LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Yogyakarta, mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Perubahan dan Penilaian Kurikulum 2013.

Kegiatan diikuti oleh 40 peserta terdiri guru MTsN Gantiwarno yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 4-6 Juli 2017 yang bertempat di MTsN Gantiwarno dan acara di buka oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Wahib.

Wahib dalam pembukaannya mengatakan, kegiatan ini sangat penting sekali bagi guru untuk mensukseskan implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah, serta memberikan apresiasi yang positif atas terselenggarakannya diklat ini untuk kemajuan madrasah.

Disisi lain beliau menyampaikan, tidak tersedianya anggaran pada Kementerian Agama untuk kegiatan pelatihan kurikulum 2013 bagi guru-guru madrasah secara merata, sehingga kegiatan pelatihan semacam ini memang sangat dibutuhkan oleh guru-guru agar mampu mengimplementasikan kurikulum 2013 pada proses pembelajaran yang akan berjalan di awal tahun pelajaran sekarang ini.

Sementara itu Kepala MTsN Gantiwarno, Zainudin Kholid menyampaikan, dalam kurikulum 2013, guru berperan sebagai fasilitator, sebagai desain pembelajaran, dimana pusat pembelajaran ada pada peserta didik, maka guru harus mendorong peserta didik menjadi lebih kreatif dan mandiri serta peserta didik diarahkan untuk mampu belajar mandiri.

“Guru harus menyiapkan bukan saja materi tapi mengetahui kesiapan peserta didik, kemudian harus menggali potensi peserta didik paparnya serius,” kata Zainudin.

Terkait dengan hal tersebut, tugas guru utamanya untuk mengintegrasikan nilai sikap dan pendidikan karakter dalam praktik pembelajaran yang diampunya, yang selanjutnya akan menjadi school culture untuk bisa merambah identitas diri pribadi siswa yang berkarakter.

“Inilah yang dibutuhkan dalam kehidupan kelak menyongsong ketatnya persaingan global untuk tetap berpegang pada jati diri bangsa, disamping itu ilmu agama yang melekat di madrasah. Madrasah merupakan sekolah plus, punya kelebihan dalam membentuk karakter bangsa yang berilmu dan berakhlakul karimah,” tambah Kamad.

Meninjau  dari  pelaksanaan Kurikulum  2013 di  sekolah,  ada  beberapa perubahan yang telah dilakukan untuk menyederhanakan kurikulum 2013 tanpa merubah secara substansial. Yang utama dalam perubahan itu adalah penyelarasan dengan meningkatkan hubungan dan keterkaitan antara Kompetensi Inti (KI) dengan Kompetensi Dasar (KD).(as_aj/wul)