Muhammadiyah Diharapkan Bantu Kemenag Selamatkan Aset Tanah Wakaf

Mungkid – Muhammadiyah sebagai organisasi otonom diharapkan dapat berperan aktif membantu Kementerian Agama dalam menyelamatkan asset-aset tanah wakaf di Kabupaten Magelang bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Harapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang Mad Sabitul Wafa kepada para kader Muhammadiyah dalam Musyawarah Pimpinan Daerah (Musypimda) Ke-2, di SMK Muhammadiyah Mungkid, Minggu, (25/02).

Wafa menginventarisasi bahwa beberapa tanah wakaf di Magelang saat ini belum sempurna dimiliki dengan bukti sertifikat, bahkan ada beberapa hanya lisan dan surat wasiat. Kementerian Agama akan segera mengurus keberadaan tanah wakaf tersebut agar nanti keberadaannya tidak makin sedikit, tetapi sesuai dengan apa yang diberikan oleh pendahulunya (pemberi wakaf).

“Masih ada beberapa tanah wakaf di Magelang yang saat ini belum sempurna dimiliki dengan tanda bukti sertifikat. Ada beberapa yang lisan dan surat wasiat. Itu semua yang akan segera kita urus, agar nanti keberadaan tanah wakaf itu tidak makin sedikit, tapi sesuai dengan apa yang diberikan oleh pendahulu-pendahulu,” katanya.

Kepada para kader Muhammadiyah, Wafa berpesan agar pimpinan Muhammadiyah dapat menjadi yang terdepan dalam menyelesaikan persoalan serta menjadi teladan, contoh bagi lingkungannya.

Wafa menyampaikan dalam mengemban amanat sebagai pimpinan di Kemenag, ia akan menjaga profesionalisme, di antaranya akan memberikan reward bagi yang berprestasi dan punishment bagi yang wanprestasi.

‘Sebagai pimpinan di Kemenag, saya akan menjaga profesionalisme, di antaranya kami akan memberikan reward bagi yang berprestasi dan punishment bagi yang wanprestasi,” tegasnya.

Harapan Wafa kepada Muhammadiyah untuk menyelamatkan asset tanah wakaf tersebut sejalan dengan program Layanan Satu Atap  (One Stop Service) menjadi prioritas Kementerian Agama Kabupaten Magelang. Melalui layanan Satu Atap, diharapkan terasa kedekatan Kemenag dalam melayani masyarakat melalui pelayanan yang cepat dan terukur.

Beberapa waktu lalu, untuk mewujudkan Layanan Satu Atap di kecamatan Kaliangkrik, Wafa telah menerima penyerahan aset dari Forum Komunikasi Purnawirawan Guru Agama Islam se-Kecamatan Kaliangkrik. Rencananya, akan dibangun layanan satu atap untuk pencatatan pernikahan, manasik haji, pendidikan, pengawas, dan kegiatan bidang keagamaan lainnya. Lihat: https://jateng.kemenag.go.id/berita/berita/detail/forum-purnawirawan-guru-agama-islam-kaliangkrik-hibahkan-tanah-untuk-kemenag. (zz/am/bd)