Mundjirin : Mari Wujudkan Masyarakat Guyup Rukun

Ambarawa (inmas) – Elemen masyarakat dari berbagai lapisan di Desa Kranggan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang memenuhi lapangan Kranggan untuk berperan aktif mengikuti Apel Besar Kerukunan Umat Beragama dalam rangkaian kegiatan Desa Sadar Kerukunan yang di selenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Semarang, Sabtu (11/11).

Bupati Semarang Mundjirin hadir secara pribadi sangat mengapresiasi masyarakatnya khususnya yang berada di Desa Kranggan Kecamatan Ambarawa atas kerukunan dan kekompakan yang tercipta hingga dijadikan sebagai desa percontohan dalam hal kerukunan umat beragama oleh Kementerian Agama. Hadir dalam Apel Besar Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Anggot DPRD Kabupaten Semarang, Kepala Kepolisian Resor Semarang, Kepala Kankemenag Kabupaten Semarang, Pengurus Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) baik Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Semarang.

Sebagaimana pencanangan program revoluasi mental oleh Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla, Mundjirin menegaskan keinginan mulia pemerintah agar masyarakatnya dapat merubah karakter pribadi yang baik, rukun, kompak dan bekerja sama tanpa memandang perbedaan yang ada.

“Pemerintah Indonesia saat ini sangat menginginkan adanya perubahan karakter yang baik, sehingga seluruh lapisan masyarakat Indonesia pada umumnya bisa tercipta kehidupan yang guyup rukun, masyarakat Jawa Tengah guyup rukun, masyarakat Ambarawa guyup rukun serta yang kita saksikan bersama saat ini masyarakat Kranggan guyup rukun,” tegas Mundjirin saat membuka Apel Besar Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Semarang.

Mengutip, kieputusan Mahkamah Konstitusi terkait pengakuan aliran kepercayaan masyarakat dapat dimasukan dalam kolom agama pada kartu tanda penduduk (KTP). “Pemerintah telah mengakui aliran kepercayaan bahkan bisa masuk dalam kolom agama di KTP, ini semua tidak lain keinginan pemerintah agar Indonesia bisa membangun diberbagai bidang.

Ditambahkan, keinginan  negara yang sangat dicita-citakan adalah manusia seutuhnya. Saat ini pemerintah secara nyata melaksanakan pembangunan infrastruktur berbagai bidang di seluruh nusantara, namun yang tidak kalah penting adalah membangun karakter, mental dan moral manusia Indonesia.

“Membangun jalan, jembatan atau bahkan balai desa sangat mudah dilaksanakan melalui musyawarah di lingkungan masing-masing, namun membangun akhlaq, membangun mental dan moral masyarakat ini yang terus kita upayakan melalui berbagai kegiatan, bagaimana kita sesama warga masyarakat saling melihat kejelekan dan mengintip kelemahannya,” imbuhnya mencontohkan.

Bupati berharap agar pencanangan desa sadar kerukunan ini dapat terus dihidup-hidupkan, dengan melibatkan seluruh elemen yang ada antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Agama dan FKUB, sehingga virus kerukunan bisa menular ke desa-desa yang lain di Indonesia. (gt/gt)