Muscab Menjadi Momen Strategis Merumuskan Kebijakan

Temanggung –  FKDT berdiri untuk mewadahi Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) lembaga pendidikan yang tak lain adalah warisan Walisongo dan para ulama dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Hingga kini, lembaga pendidikan yang meski mendapat gempuran zaman itu pun tetap menunjukkan eksistensinya.

Begitu tutur  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung,  Saefudin menggambarkan pentingnya acara yang berlangsung di Rumah Makan Omah Kebon, Senin (19/03) itu. Menurutnya, sudah menjadi keharusan untuk menjaga warisan tersebut, sebuah lembaga pendidikan yang telah berkontribusi besar mendidik anak bangsa berakhlak al karimah, berbudi pekerti luhur, memiliki pemahaman agama yang kuat dan mengajarkan bagaimana mencintai negara dan bangsanya.

"Bagi FKDT ini merupakan pemicu semangat betapa masyarakat kita masih membutuhkan Madrasah Diniyah. Selain itu tentu sebagai wahana sosialisasi dan desiminasi gagasan FKDT ditengah-tengah masyarakat," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, yang terpenting saat ini FKDT mengawal produk turunan Perpres tersebut yang nantinya berupa Permendikbud dan Peraturan Menteri Agama (PMA), juga Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) pendidikan karakter. Kawalan tersebut agar program yang seharusnya mengakomodir semua pihak itu tidak berpotensi mematikan MDT.

Hal itu lah yang dimaknai penting oleh Saefudin ketika memaknai Pelantikan dan Muscab II FKDT hari ini, yakni untuk membumikan ide, gagasan dan impian komunitas MDT. Didalamnya termasuk ajang silaturrahmi, koordinasi dan konsolidasi organisasi serta memupuk rasa kebersamaan, persaudaraan dan menguatkan FKDT.

"Muscab menjadi momen strategis merumuskan kebijakan, program dan kegiatan bagi gerak langkah FKDT ke depan dalam memperkuat khidmahnya untuk MDT. Ini adalah era baru FKDT yang kehadiran, kiprah dan daya juangnya dinantikan tidak saja oleh komunitas MDT namun juga masyarakat dan bangsa pada umumnya," pungkasnya.(sr/rf)