Muslim Umar : MTQ Pelajar Harus Mampu Melahirkan Bibit Yang Berkualitas

Surakarta – Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar Tingkat Kota Surakarta akhirnya digelar setelah selesai seleksi di lima kecamatan Maret lalu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Surakarta, Rabu (26/4).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Muslim Umar, mengatakan, MTQ Pelajar tingkat Kota harus mampu melahirkan bibit yang berkualitas untuk menjadi kafilah di tingkat provinsi nanti.

“Kafilah MTQ Pelajar Kota Surakarta belum ada yang bisa meraih prestasi membanggakan di tingkat provinsi, tentu ini harus menjadi perhatian bersama”, katanya.

Muslim Umar menjelaskan, penyebab utamanya belum diketahui baik dari sisi kualitas peserta, kalah bersaing, atau faktor lain. Kafilah MTQ Kota Surakata membutuhkan peserya yang akan mewakili ke tingkat provinsi nanti bukan karbitan, namun benar-benar berkualitas agar bisa bersaing.

“Pihak Hakim dan Panitera harus bertindak secara objektif dan bertanggungjawab, serta menjunjung kebersamaan, karena segala keputusan sangat menentukan dan berdampak pada semua pihak”, paparnya.

Muslim menyampaikan, perhelatan MTQ Pelajar tingkat Provinsi Jawa Tengah akan dilaksanakan di Kota Surakarta pada 6-9 November 2017, sehingga persiapannya harus matang, terutama kafilah yang akan mewakili.

“Setelah terpilih juara satu dari masing-masing cabang MTQ, diharapkan pembimbing dan pelatih yang diberikan tugas pembinaan, minimal pernah meraih prestasi di tingkat Provinsi dan Nasional” jelasnya.

Muslim menambahkan, MTQ Pelajar yang dilaksanakan setiap tahun ini dapat menumbuhkan semangat cinta Alqur’an dan memiliki potensi strategis dalam membangun masyarakat Kota Surakarta yang berakhlak mulia.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Said Romadhon, menanggapi, Pemerintah Kota Surakarta (Pemkot) siap memberikan fasilitas baik moril dan materiil terhadap pembinaan kafilah MTQ Pelajar yang maju di tingkat provinsi. 

“Setelah pelaksanaan MTQ Pelajar tingkat Kota ini, diharapkan bisa duduk bersama antara Kemenag dan Pemerintah Kota, membahas persiapan  dan pembinaan kafilah yang maju di tingkat Provinsi serta solusi agara bisa meraih juara,” jelasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Surakarta memaparkan kepercayaan terhadap Kota Surakarta menjadi tuan rumah MTQ Pelajar tingkat Provinsi Jawa Tengah momentum yang berharga, harus dibarengi dengan kualitas kafilah yang mampu memberikan prestasi membanggakan.

“Seluruh peserta harus mematuhi regulasi yang sudah ditetapkan, agar MTQ Pelajar tingkat Kota Surakarta berjalan lancar”, tandasnya.

Menurutnya, mentalitas yang kuat sangat penting diajang MTQ Pelajar. Diharapkan melalui kegiatan ini Alqur’an dapat membumi di Kota Surakarta dan dapat mendukung semboyan sebagai Kota Sholawat.

Koordinator Hakim Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Surakarta, Charis Muanis, menyampaikan, pembinaan terhadap kafilah MTQ tidak bisa hanya beberapa bulan, minimal satu tahun.

“Banyak faktor yang mempengaruhi kualitas peserta, mulai dari guru pembimbing di sekolah, kualitas pelatih dan pelajar itu sendiri. Hal ini dibutuhkan dana yang cukup besar untuk pembinaan secara istiqomah”, jelasnya.

 MTQ Pelajar kali ini pesertanya dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, Pondok Pesantren dan Umum. “Ada 7 cabang yang dilombakan pada MTQ Pelajar yakni, Tartil, Tilawah, Tahfidz, Khath, Fahmil, Syarhil, dan Tafsir”, pungkasnya. (rma/Wul)