Musta’in Ahmad : Karena Haji Hanya Sekali, Maka Tidak Boleh Gagal

Surakarta – Aturan pemerintah dalam mengatasi antrean panjang yang diakibatkan oleh membludaknya minat haji, sementara kuota yang tersedia tidak seimbang maka pemerintah memberlakukan aturan ibadah  haji hanya sekali dalam seumur hidup. Untuk kita, kesempatan Haji hanya satu kali dalam hidupnya, karena regulasinya 10 tahun. Kalau kita hajinya sekarang umur 50, nanti boleh haji lagi setelah kita berumur  60 tahun. Kayaknya, kita itu sekarang berhaji seumur hidup hanya bisa sekali, karena soal aturan.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta, Musta’in Ahmad, melaui telepon selulernya, ketika dikonfirmasi materi yang disampaikan pada acara pembukaan Pengajian Manasik Haji Masjid Agung, di majid Agung Surakarta, Jum’at (4/1) kemarin.

Pengajian manasik yang rencananya akan dilakukan setiap ahad pagi di Masjid Agung Surakarta itu, sebagai pembuka dihadiri 80 orang jamaah.

Adapun materi yang disampaikan Musta’in pada waktu itu berkaitan dengan Kebijakan Tentang UU PenyelenggaraanHaji. Karena itu, lanjut Musta’in, maka yang sekali itu harus berhasil, dan tidak boleh gagal.

Untuk bisa berhasil,menurut Musta’in, ada dua langkah yang harus kita lakukan, Pertama  menata niat  hanya karena Alloh. “Niatnya, ya lillah. Semuanya, mulai dari persiapan sampai semuanya disandarkan hanya kepada Alloh,” tegasnya.

Kedua,  Ihtiar. Kata Musta’in, Ihtiar ada tiga macam, yakni ihtiar menambah pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan tentang manasik haji.

Musta’in juga mengkoreksi manasik yang oleh banyak orang diartikan latihan. “Bukan. Manasik itu artinya rangkaian  ibadah haji itu manasik. Oleh karena itu, jenis-jenis seperti pengajian manasik itu menjadi penting,” tandasnya.

Ihtiar berikutnya adalah menjaga kesehatan. Caranya dengan  asupan makanan gizi yang cukup dan latihan bergerak. Karena nanti disana ada banyak kegiatan fisiknya. “Tujuannya, agar sampai disana nanti  tetap bisa melaksanakan rukun-rukunnya  dan dalam kondisi yang fit,” ujarnya.

Dan ihtiar yang terakhir adalah doa. “Semuanya dilambari dengan doa permohonan mudah-mudahan selalu dalam pertolongan Alloh,” terangnya.

Disinggung tentang jumlah yang hadir masih sedikit  Musta’in berkilah belum tersosialisasinya kegiatan itu.

“Kabarnya, itu dulu juga seperti itu. Nanti kalau sudah dekat dengan masa anu (haji) tambah-tambah begitu. Kemarin baru yang pertama,” pungkasnya.  (rma/wul)