Mustain : Kerukunan merupakan Entitas Dinamis, sehingga harus diusahakan

Karanganyar – Indonesia adalah negara yang berbhineka, terdiri dari berbagai suku bangsa, etnis, adat istiadat, budaya dan agama. Keberagaman komponen bangsa ini harus bisa disikapi secara arif dan bijaksana, sehingga menjadi modal untuk membangun bangsa dan negara. Akhir-akhir ini agama sedang menjadi trending topic di media masa, mulai dari polemik perkawinan beda agama, wacana pengosongan kolom agama di kartu tanda penduduk (KTP), hingga pelanggaran metode penyiaran agama.

Disatu sisi, agama memiliki potensi perekat hubungan antar umat beragama, namun disisi lain pemahaman agama yang sempit merupakan potensi konflik yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Apalagi bila agama sudah dipolitisasi yang berakibat menimbulkan konflik di tengah kehidupan masyarakat. Oleh karenanya, kerukunan antar umat beragama harus diusahakan oleh semua elemen masyarakat sepanjang masa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Mustain Ahmad saat memberikan sosialisasi tentang Kerukunan Umat Beragama bersama Tim FKUB di Balai Desa Kecamatan Matesih, 12/11/2014. Menurutnya, kerukunan adalah entitas yang dinamis. Hari ini kita rukun, belum tentu besok rukun. Tahun ini kita hidup berdampingan, belum tentu tahun depan dapat seperti ini.

“Semakin sering terjadi pertemuan antar elemen masyarakat, garansi kerukunan hidup antar umat beragama akan terjamin. Prinsip mencapai kerukunan adalah jangan membenturkan perbedaan dalam kehidupan hidup bermasyarakat”, ujar Mustain.

Sementara Wakil Ketua I FKUB yang juga purnatugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Abdul Mu’id mengatakan bahwa pemahaman masyarakat terhadap agama sangatlah penting.

“Pemahaman agama masyarakat yang kurang masih bisa ditambah, namun pemahaman agama yang tidak benar akan membuat kisruh di masyarakat, oleh karenanya perlu diadakan sosialisasi kerukunan antar umat beragama”, ujarnya.

Lebih lanjut, beliau memberikan tips untuk mencapai kerukunan hidup antar umat beragama dalam masyarakat. Menurutnya, carilah persamaan dalam bermasyarakat, yang paling gampang adalah mencari kesamaan hobi, terbukti banyak orang yang berbeda keyakinan namun memiliki hobi sama dapat hidup berdampingan dengan damai. (Hadi)