Mustain : Peminat madrasah tinggi, kualitas pendidik harus mengimbangi

Karanganyar – Menjelang ujian akhir bagi murid kelas VI Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah yang akan dilaksanakan sekitar bulan Mei tahun 2015, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar sudah mulai mempersiapkannya. Rabu, 5 Maret 2015 KKMI menyelenggarakan kegiatan bedah kisi-kisi Ujian SD/MI yang bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar. Kegiatan tersebut diikuti oleh 63 guru kelas VI yang merupakan perwakilan dari MI se Kabupaten Karanganyar.

Berbicara tentang standar kompetensi lulusan ujian siswa madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad mengatakan bahwa hal tersebut harus di ikhtiarkan dan diperjuangkan. Musta’in juga mengapresiasi apa yang sudah dicapai guru terhadap perkembangan Madrasah sejauh ini. Menurutnya, kegemilangan yang dicapai madrasah saat ini tidak terlepas dari peran dan kerja keras guru-gurunya.

“Saat ini cukup banyak sekolah-sekolah yang tutup, terancam tutup atau regrouping dengan sekolah lainnya. Ini terjadi karena banyak anak-anak yang lebih memilih study di madrasah dan sekolah Islam. Walaupun beberapa madrasah dan sekolah Islam menerapkan biaya yang cukup mahal perbulannya, ini tidak menjadikan masalah bagi orang tua siswanya”, tutur Musta’in.

“Di sekolah yang menanamkan nilai-nilai kebenaran dan nilai-nilai Islami saat ini makin diminati. Hal ini dikarenakan masyarakat sekarang sudah banyak yang sadar akan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri, sehingga mereka menginginkan agar anak-anaknya bisa lebih baik dari orang tuanya dan berharap agar anak-anaknya sejahtera dunia dan akhirat”, lanjutnya.

Menyikapi fenomena yang terjadi seperti ini, Kepala Kankemenag menghimbau agar guru-guru tidak terlena dengan tren madrasah yang sedang baik, karena tren seperti ini bisa berubah kapanpun apabila tidak dijaga dan ditingkatkan kualitasnya.

Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas Madrasah, Musta’in mengatakan bahwa lima nilai budaya kerja Kementerian Agama (Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan) yang sudah digaungkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dapat dijadikan pegangan. Menurutnya, lima nilai budaya kerja Kementerian Agama tersebut harus dipasang besar-besar di ruang guru Madrasah, agar dapat memotivasi guru untuk meningkatkan kualitasnya. (Hadi)