Muswil Pokjaluh: Penyuluh Hendaknya Bersinergi dengan Pihak Lain

Semarang – Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (POKJALUH) Provinsi Jawa Tengah mengadakan Musyawarah Wilayah pada Selasa, (12/9/2017) di Aula Lantai 3 Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Semarang.

Musyawarah Wilayah dihadiri oleh Kabid Penaiszawa Muh. Saidun, Kasi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam M. Khamdani, serta para Ketua dan Sekretaris Pokjaluh Kab/Kota se-Jawa Tengah.

Muh. Saidun menyampaikan harapannya Pokjaluh dapat menjadi media untuk memperkuat dan mengembangkan kompetensi para Penyuluh.

“Pokjaluh diharapkan bukan hanya sebagai ajang silaturahim, tapi juga silatul afkarsilatul akhbar,  dan silatul a’mal.  Melalui Pokjaluh, diharapkan mampu memperkuat dan mengembangkan kompetensi para Penyuluh Fungsional baik secara substantif, dakwah, personal, maupun sosial.” Kata Saidun.

Agenda utama kegiatan adalah reorganisasi kepengurusan Pokjaluh Prov. Jateng yang diawali dengan laporan pertanggungjawaban kepengurusan Pokjaluh periode 2013 s.d. 2016, dilanjutkan dengan pengesahan Tata Tertib Reorganisasi. Mahsun, Penyuluh Agama Islam asal Kantor Kemenag kab. Temanggung secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Pokjaluh Prov. Jawa Tengah Periode 2017 s.d. 2020.

Kasi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam, Khamdani,  menyampaikan pentingnya membangun sinergitas dengan pihak lain mengingat kegiatan Penyuluh Agama Islam belum mempunyai anggaran dalam DIPA.

“Kita akan terus berupaya jejaring kemitraan atau sinergisitas baik intern penyuluh maupun dengan pihak lain baik lembaga atau instansi, swasta maupun pemerintah menjadi program ke depan yang akan terus dibangun.” Katanya.

“Sinergisitas menjadi penting mengingat Penyuluh Agama Islam belum mempunyai anggaran DIPA.  Ketiadaan anggaran hendaknya tidak menjadi alasan para Penyuluh tidak bisa melaksanakan program dan kegiatan,  penyuluh diharapkan bisa menjalin hubungan baik dan kerjasama dengan lembaga dan instansi setingkat di daerah masing-masing,” lanjutnya. (saef/ nisa/m45k/Af)