Nasionalisme Berlandaskan Kemanusiaan Yang Universal

Wonogiri – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-72 Tingkat Kabupaten Wonogiri. Upacara yang diselenggarakan di Alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Jumat (10/11) ini dimulai tepat pukul 07.30 WIB.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Sosial pada Upacara peringatan Hari Pahlawan Ke-72 tahun 2017. Peringatan Hari Pahlawan tahun ini mengambil tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”. Tema tersebut dimaksudkan bahwa setelah kemerdekaan diraih, maka tahapan selanjutnya adalah bangsa Indonesia harus bersatu untuk bisa memasuki tahapan bernegara selanjutnya yakni berdaulat, adil, dan makmur.

Untuk mengenang kembali jasa pahlawan, pada upacara kali ini seluruh peserta diajak mengheningkan cipta selama 60 detik tepat pada pukul 08.15 WIB.

Mengenang para pendahulu kita, pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri republik Indonesia, mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan,” kata Joko Sutopo saat membacakan amanat Menteri Sosial.

“Sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang sederajat dengan bangsa lain, bangsa yang menyadari tugas sejarahnya untuk menjadikan kemerdekaan sebagai jembatan emas bagi terwujudnya Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” tambahnya.

Dalam sambutan itu, Joko Sutopo juga mengatakan bahwa seperti amanat Bung Karno, bangsa Indonesia harus menghormati jasa pahlawannya. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia.

Berbagai sejarah kepahlawanan, mengisahkan tentang menyala-nyalanya api “harapan” yang menjadi pemantik dari berbagai tindakan-tindakan heroik yang mengagumkan. Ia juga menyampaikan bahwa di dalam riwayat negeri kita, menorehkan banyak teladan tentang semangat untuk memberi dan semangat berkorban menjaga persatuan Indonesia.

“Semangat kebangsaan kita yang juga kita kenang hari ini di Hari Pahlawan adalah sebuah nasionalisme yang dilandasi oleh kemanusiaan universal bukan nasionalisme yang sempit,” tuturnya.

“Sebuah nasionalisme yang oleh Bung Karno diikrarkan sebagai My Nationalism is Humanity,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Dalam upacara tersebut Ka. Kankemenag Wonogiri, H. Subadi membacakan doa upacara peringatan Hari Pahlawan. (mursyid_heri/Wul)