Nasirin : Sebagai Aparatur Negara Harus Pandai Menjernihkan Suasana

Karanganyar – Menyikapi berbagai persoalan bangsa yang ada saat ini baik di media social maupun di lingkungan masyarakat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karanganyar, Ahmad Nasirin berpesan kepada jajarannya untuk menjadi penyeimbang di antara pihak-pihak yang berseberangan. Hal itu disampaikannya saat memberikan pembinaan pada Apel pagi tadi, (29/10).

“Sebagai aparatur sipil negara, ASN, kita harus netral dan pandai-pandai menjernihkan suasana. Itu sudah menjadi tanggung jawab yang melekat pada status kita. Terlebih tahun ini adalah tahun politik dimana banyak sekali berita-berita hoak yang berkeliaran di lini media sosial dan kita harus pandai menyikapinya.” Ujar Nasirin.

Pernyataan Kepala Kemenag Kabupaten Karanganyar ini tidak terlepas dari beberapa kejadian yang sedang dihadapi Bangsa Indonesia. Mulai dari maraknya berita bohong, korupsi, pembakaran bendera, dan lain sebagainya.

Lebih jauh Nasirin, sapaan akrab Kepala Kemenag, mengatakan bahwa apabila ada masyarakat atau orang lain bertanya namun hal tersebut bukanlah menjadi kewenangannya, maka lebih baik diarahkan untuk bertanya kepada yang menangani perkara tersebut agar tidak terjadi kesalahan informasi.

“Kalau ada masyarakat yang ingin bertanya perihal yang kita tidak mengetahuinya, baiknya diarahkan pada orang yang lebih paham. Dan kita sampaikan padanya dengan arif dan bijaksana agar informasi yang didapat orang tersebut benar adanya.” Jelasnya.

Setiap hari menjelang dimulainya kerja, Pegawai Kementerian Agama mulai dari Kasubbag/Kasi/Penyelenggara hingga Staff JFU dan JFT mengikuti apel pagi di halaman belakang kantor. Tidak kurang dari 80 pegawai mengikuti apel pagi yang dipimpin bergiliran mulai dari Kepala Kemenag, Kasi, dan Penyelenggara.

Di akhir pembinaannya, Kepala Kemenag Karanganyar, Ahmad Nasirin mengingatkan bahwa tahun 2018 sudah mencapai bulan Oktober, oleh karenanya Ia berharap seluruh jajarannya fokus terkait tugas rutin dan segera merealisasikannya.

“Jangan menambah-nambah pikiran kita, dan menunda pekerjaan adalah menambah pikiran juga karena itu akan membuat pekerjaan kita bertumpuk-tumpuk.” Tegasnya. (ida-hd/bd)